“Identifikasi sejak awal sangat penting agar guru tidak salah menentukan layanan. Dari sana, strategi pembelajaran dapat disusun secara lebih terarah,” pungkasnya.
Kegiatan dilaksanakan selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 1–4 September 2026, dengan menghadirkan fasilitator yang kompeten dari PGRI Cabang Sumenep.
Materi yang diberikan meliputi kebijakan pendidikan inklusif, konsep dasar pendidikan inklusi, keberagaman anak berkebutuhan khusus, instrumen identifikasi, PPI, hingga rencana tindak lanjut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, peserta mendapatkan materi Rencana Layanan Keluarga Individual, Rencana Perilaku Individual, refleksi, serta berbagai praktik yang dapat diterapkan di satuan pendidikan.
Melalui Bimtek tersebut, Disdik Sumenep mendorong guru menjadi garda terdepan dalam menciptakan sekolah yang ramah, setara, dan mampu memberikan ruang tumbuh bagi seluruh peserta didik.
Penguatan pendidikan inklusif diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh guru harus diterjemahkan menjadi layanan nyata di sekolah masing-masing.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin inklusif, humanis, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak.
Penulis : Sahid Badri
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim















