Menurut dia, keberagaman peserta didik merupakan bagian dari realitas pendidikan. Karena itu, guru harus memiliki kemampuan untuk mengenali perbedaan tersebut.
“Setiap anak memiliki karakter dan kemampuan berbeda. Guru harus memahami perbedaan itu agar pembelajaran benar-benar sesuai kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Ia menilai penguatan kompetensi guru penting dilakukan secara berkelanjutan. Terlebih, masih ditemukan pemahaman yang belum utuh mengenai pendidikan inklusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masih ada anggapan bahwa anak berkebutuhan khusus hanya bisa belajar di SLB. Padahal, sekolah umum juga memiliki peran penting dalam memberikan layanan pendidikan inklusif,” ungkapnya.
Dalam Bimtek, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis. Mereka juga mengikuti diskusi, studi kasus, berbagi praktik baik, serta menyusun instrumen identifikasi.
“Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori. Setelah kembali ke sekolah, kemampuan tersebut harus bisa diterapkan dalam memberikan layanan yang tepat,” tegasnya.
Salah satu materi penting yang diberikan ialah Perencanaan Pembelajaran Individual atau PPI. Guru diarahkan menyusun pembelajaran berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Penulis : Sahid Badri
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















