SUMENEP, OkeDailyJatim – Upaya memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal terus digencarkan di Kabupaten Sumenep. Kali ini, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadirkan program pendampingan bagi guru sekolah dasar dengan menggabungkan budaya keris dan literasi ekologi sebagai media pembelajaran untuk mengasah kecerdasan logis-matematis siswa.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) itu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., menilai inovasi tersebut menjadi langkah nyata menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Sumenep, Minggu (19/7/2026), diikuti puluhan guru sekolah dasar yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) 01 Kecamatan Kota Sumenep. Para peserta memperoleh pendampingan menyusun modul ajar yang mengintegrasikan budaya keris dengan kepedulian terhadap lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Iksan, pembelajaran tidak lagi cukup mengandalkan teori di dalam kelas. Guru perlu menghadirkan materi yang mudah dipahami siswa melalui potensi yang tumbuh di lingkungan mereka sendiri.
“Budaya keris bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga menyimpan nilai filosofis dan unsur matematis yang sangat relevan dijadikan media belajar agar siswa lebih mudah memahami konsep,” kata H. Moh. Iksan.
Ia menjelaskan, pendekatan berbasis budaya akan membuat proses belajar terasa lebih hidup karena siswa mempelajari sesuatu yang sudah mereka kenal sejak kecil. Cara tersebut diyakini mampu meningkatkan kemampuan berpikir logis sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.
“Kami ingin pembelajaran menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan menyenangkan sehingga peserta didik mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain budaya, literasi ekologi juga menjadi perhatian dalam program tersebut. Menurut Iksan, kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat pada setiap peserta didik.
“Pendidikan tidak hanya mengejar prestasi akademik. Karakter, kecintaan terhadap budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan harus tumbuh secara seimbang dalam diri setiap anak,” tegasnya.
Tim PKM UNESA yang dipimpin Prof. Dr. Wiryanto, M.Si., memberikan pendampingan kepada guru dalam merancang pembelajaran inovatif yang memadukan budaya keris dengan literasi ekologi. Kegiatan juga menghadirkan narasumber K.M. Musthafa, M.A., H. Ibnu Hajar, dan Ike Yuli Mestika Dewi.
Disdik Sumenep berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas guru terus diperluas agar semakin banyak sekolah mampu menerapkan pembelajaran berbasis potensi lokal yang berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan.
“Melalui kolaborasi seperti ini, kami ingin melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, mencintai budaya daerah, sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan,” pungkas H. Moh. Iksan.
Penulis : Slamet Bae
Editor : Syahid Badri
Sumber Berita: OkeDailyJatim










