Penghuni Kos di Desa Gunggung Ditemukan Meninggal, Polresta Sumenep Turunkan Tim Inafis

- Editorial Team

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pria Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Sumenep, Polisi Pastikan Penyelidikan Berjalan Sesuai Prosedur

Pria Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Sumenep, Polisi Pastikan Penyelidikan Berjalan Sesuai Prosedur

Sumenep, OkeDailyJatim – Suasana sebuah rumah kos di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, mendadak berubah menjadi duka setelah seorang penghuni ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya, Rabu (15/7/2026).

Korban berinisial AS (38) diketahui merupakan pekerja swasta yang sehari-hari berjualan tahu bulat. Selama lebih dari lima tahun, ia tinggal di kamar kos tersebut dan dikenal sebagai sosok yang tertutup serta jarang berinteraksi dengan penghuni lainnya.

Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kota Sumenep AKP Maliyanto Effendi, S.H., M.H., mengatakan penemuan korban berawal dari rasa curiga sejumlah penghuni kos yang tidak melihat aktivitas AS sejak pagi hingga menjelang siang.

“Korban beberapa kali dipanggil oleh rekan sesama penghuni kos, namun tidak memberikan respons.

Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik usaha tempat korban bekerja.

Setelah kamar berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar AKP Maliyanto, Kamis (16/07/2026).

Menerima laporan masyarakat, personel Polsek Sumenep Kota bergerak cepat menuju lokasi bersama Tim INAFIS Satreskrim Polresta Sumenep, personel Satreskrim, Sat Samapta, dan tenaga medis dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Di lokasi kejadian, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendokumentasikan kondisi lokasi, meminta keterangan para saksi, serta mengevakuasi jenazah ke rumah sakit guna mendukung proses penyelidikan.

“Setiap laporan dari masyarakat kami respons secara cepat. Seluruh tahapan penanganan dilakukan sesuai standar operasional, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga pengamanan barang-barang yang berkaitan dengan penyelidikan,” kata AKP Maliyanto.

Dalam proses tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi, di antaranya identitas korban, telepon seluler, dan barang lain yang memiliki keterkaitan dengan penyelidikan.

Baca Juga:  Musrenbangdes 15 Desa di Dasuk Tuntas, Kemiskinan hingga Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan informasi yang mengarah pada adanya gangguan keamanan sebelum korban ditemukan. Dari keterangan para saksi, AS dikenal sebagai pribadi yang pendiam.

Sementara itu, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

“Pihak keluarga telah menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

Meski demikian, proses penyelidikan tetap kami lakukan untuk memastikan seluruh fakta dapat terungkap secara utuh,” jelas AKP Maliyanto.

Ia menegaskan, kepolisian tetap bekerja secara profesional dan objektif dalam menangani setiap laporan yang diterima masyarakat.

“Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Tujuannya agar dapat dipastikan tidak terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa ini,” tegasnya.

Polresta Sumenep juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama apabila mengetahui ada anggota keluarga, kerabat, maupun tetangga yang mengalami perubahan perilaku atau diduga menghadapi tekanan psikologis.

Baca Juga:  Masuk Lewat Ventilasi, Keluar Bawa Gas dan Uang, Kini Dua Pemuda Diciduk Polisi

Dukungan dari lingkungan terdekat dinilai menjadi langkah penting agar seseorang yang membutuhkan pertolongan dapat segera memperoleh pendampingan dari keluarga maupun layanan kesehatan yang tersedia.

Penulis : Supriyadi Prayitno

Editor : Thaifur Rasyid

Sumber Berita: Okedailycom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi
Wabup KH. Imam Hasyim Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Santri Entrepreneur 2026

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Berita Terbaru