OkeDailyJatim – Forum Konsultasi Publik KB Samsat Sumenep menjadi ruang terbuka bagi warga untuk mengawal kualitas pelayanan publik. Forum digelar di aula UPT PPD Sumenep, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini mempertemukan penyelenggara layanan, kepolisian, Jasa Raharja, akademisi, praktisi pendidikan, tokoh masyarakat, media, serta mitra kerja. Forum diarahkan untuk menghasilkan evaluasi yang benar-benar berdampak.
Kepala UPT PPD Sumenep Samtiono, SH, MH, menegaskan masyarakat bukan sekadar penerima layanan. Mereka memiliki ruang penting untuk menyampaikan kritik, masukan, sekaligus mengawal perubahan pelayanan Samsat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Forum ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengarkan langsung masukan, kritik dan harapan masyarakat terhadap pelayanan di Kantor Bersama Samsat.” kata Samtiono, SH, MH.
Menurut Samtiono, keterlibatan publik menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Evaluasi harus lahir dari pengalaman pengguna layanan secara langsung.
Ia menilai pelayanan Samsat tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi tiga pilar, yakni Polri, UPT PPD dan Jasa Raharja, menjadi fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan yang mudah dan memberikan kepastian.
“Tiga pilar memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, tetapi bekerja dalam satu kesatuan untuk menghadirkan pelayanan Samsat yang mudah bagi masyarakat.” ujarnya.
Samtiono menegaskan, keberhasilan pelayanan tidak boleh membuat penyelenggara berpuas diri. Perubahan kebutuhan masyarakat harus diikuti dengan evaluasi dan pembenahan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami tidak hanya ingin menyampaikan apa yang telah kami lakukan, tetapi juga ingin mendengarkan apa yang masih perlu kami perbaiki.” tambah Samtiono.
Bagi UPT PPD Sumenep, forum konsultasi publik bukan sekadar agenda tahunan. Setiap suara yang muncul harus menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun langkah pelayanan yang lebih efektif dan responsif.
“Kami berharap forum ini menghasilkan masukan yang konkret dan dapat ditindaklanjuti agar pelayanan semakin mudah, cepat, transparan dan responsif.” pungkasnya.
Forum tersebut turut dihadiri Rektor UPI Sumenep Dr. Asmuni, Kepala LPP RRI Sumenep Istikomah, Jasa Raharja Sumenep Aditya, serta jajaran Satlantas Polresta Sumenep.
Kehadiran Satlantas Polresta Sumenep memperkuat pembahasan mengenai pelayanan administrasi kendaraan dan kepatuhan masyarakat. Unsur kepolisian menjadi bagian strategis dalam ekosistem pelayanan Samsat.
Selain kepolisian, praktisi pendidikan turut memberikan pemaparan. Perspektif pendidikan dinilai penting untuk memperluas pembahasan mengenai pelayanan publik, komunikasi dengan masyarakat, serta membangun kesadaran dan kepatuhan.
Diskusi forum kemudian berkembang dengan beragam pandangan dari peserta. Isu pelayanan yang sederhana, cepat, transparan, mudah dijangkau dan responsif menjadi perhatian dalam pembahasan lintas sektor tersebut.
Bagi masyarakat, forum ini membuka ruang agar pengalaman ketika mengakses pelayanan Samsat dapat disampaikan secara langsung. Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dan tidak berhenti sebagai catatan forum.
Kolaborasi menjadi kata kunci dalam agenda tersebut. UPT PPD Sumenep mendorong keterlibatan Polri, Jasa Raharja, akademisi, praktisi pendidikan, masyarakat dan media untuk bersama-sama mengawal kualitas pelayanan publik.
Forum Konsultasi Publik KB Samsat Sumenep pada akhirnya menjadi momentum memperkuat kepercayaan masyarakat. Pelayanan yang baik membutuhkan keterbukaan, evaluasi dan keberanian untuk terus melakukan perbaikan.
Hingga berita ini dipublikasikan, kegiatan Forum Konsultasi Publik KB Samsat Sumenep masih berlangsung. Pemaparan dilanjutkan oleh narasumber praktisi pendidikan dan Satlantas Polresta Sumenep.















