Dari Saronggi Sumenep, Pesan Kuat Buppa’, Babbu’, Guru, Rato untuk Demokrasi yang Beretika

- Editorial Team

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Etika Politik Jadi Benteng Demokrasi, Nilai Buppa’, Babbu’, Guru, Rato Menggema dari Saronggi

Etika Politik Jadi Benteng Demokrasi, Nilai Buppa’, Babbu’, Guru, Rato Menggema dari Saronggi

OkeDailyJatim – Demokrasi bukan sekadar soal menang dan kalah dalam pilihan politik. Di Saronggi, Sumenep, demokrasi didorong tetap berpijak pada etika, budaya, persaudaraan, dan suara nurani masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Sosialisasi Etika Politik di Pendopo Kecamatan Saronggi, Rabu (19/8/2026). Forum tersebut mempertemukan pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat desa.

Mengusung tema “Masyarakat sebagai Penjaga Nurani Demokrasi, Implementasi Buppa’, Babbu’, Guru, Rato”, kegiatan ini menempatkan kearifan lokal Madura sebagai kekuatan untuk merawat demokrasi di tengah perbedaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Camat Saronggi Arman Mustafa, S.Sos., MH, mengapresiasi Bakesbangpol Sumenep yang membuka ruang edukasi politik bagi masyarakat. Menurutnya, pemahaman etika diperlukan agar demokrasi tetap berjalan sehat.

Baca Juga:  Tradisi Penyambutan Kapolresta Sumenep Tandai Awal Kepemimpinan Kombes Pol Ariek Indra Sentanu

“Demokrasi harus dijalankan dengan menjaga persatuan, ketertiban, dan rasa saling menghormati. Perbedaan pilihan politik jangan sampai merusak hubungan sosial yang sudah terbangun,” ujar Arman.

Ia menilai falsafah Buppa’, Babbu’, Guru, Rato bukan hanya warisan budaya, tetapi juga pedoman moral masyarakat Madura. Nilai tersebut dinilai relevan untuk menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.

“Nilai Buppa’, Babbu’, Guru, Rato mengajarkan penghormatan dan persaudaraan. Karena itu, perbedaan pilihan politik harus tetap ditempatkan dalam suasana damai dan tidak menjadi sumber perpecahan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Sumenep Dr. Edy Suprayitno, S.H., M.Si., menegaskan penguatan etika politik merupakan bagian penting dalam membangun demokrasi yang matang, sehat, dan berkarakter.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami hak politiknya, tetapi juga menyadari tanggung jawab menjaga suasana demokrasi agar tetap aman, damai, tertib, dan penuh rasa saling menghormati,” kata Edy.

Baca Juga:  Monev DD-ADD Jadi Momentum Perkuat Sinergi, Sekcam Dasuk Tekankan Transparansi dan Kepatuhan Aturan

Menurut Edy, demokrasi membutuhkan partisipasi masyarakat yang dewasa. Kebebasan menyampaikan pilihan harus berjalan bersama kesadaran menjaga persatuan agar perbedaan tidak berubah menjadi konflik sosial.

“Demokrasi bukan hanya menggunakan hak memilih. Lebih dari itu, masyarakat harus mampu menghormati perbedaan, menjaga etika, serta tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan politik yang bersifat sesaat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kearifan lokal memiliki posisi strategis dalam memperkuat karakter demokrasi. Nilai yang hidup di tengah masyarakat dapat menjadi benteng sosial ketika suhu politik mengalami peningkatan.

“Buppa’, Babbu’, Guru, Rato memiliki relevansi kuat dalam kehidupan masyarakat. Nilai budaya itu dapat menjadi kekuatan sosial untuk menjaga keseimbangan dan persatuan di tengah perbedaan,” tutur Edy.

Baca Juga:  Pelayanan Poli RSUDMA Sumenep Tuai Apresiasi, Warga Sebut Petugas Ramah dan Komunikatif

Sosialisasi tersebut turut menghadirkan Camat Saronggi Arman Mustafa, Kapolsek Saronggi AKP Edy Hariyanto, serta Danramil Saronggi Kapten Inf. Fahrawi sebagai narasumber dan unsur pendukung kegiatan.

Peserta yang hadir berasal dari perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Mereka menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa demokrasi bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen.

Di tengah dinamika politik yang semakin kompleks, etika menjadi pagar agar kebebasan tidak kehilangan arah. Demokrasi membutuhkan perbedaan, tetapi perbedaan itu harus tetap berada dalam batas persaudaraan dan kepentingan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

9 Nelayan Raas Sumenep di Australia, HNSI Ungkap Hasil Penelusuran Alamat
Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya
Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional
Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

9 Nelayan Raas Sumenep di Australia, HNSI Ungkap Hasil Penelusuran Alamat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Berita Terbaru