SURABAYA, OkeDailyJatim – Masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil di Kabupaten Sumenep kini memiliki harapan lebih besar untuk memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas. Harapan itu hadir melalui kolaborasi antara Konsulat Jenderal Australia di Surabaya dan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) dalam pelaksanaan Bakti 2026, sebuah misi kemanusiaan yang membawa pelayanan medis langsung ke wilayah kepulauan.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui Direct Aid Program (DAP), program kemitraan Pemerintah Australia yang mendukung berbagai inisiatif pembangunan masyarakat. Bagi Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga, dukungan ini menjadi energi baru untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Australia yang telah terjalin hampir 80 tahun menjadi fondasi lahirnya berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, pembangunan, ketahanan iklim, hingga kesehatan masyarakat. Di Jawa Timur, kemitraan tersebut diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen itu tampak sejak Wakil Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Christine Bui, menghadiri seremoni pelepasan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga di Pelabuhan Kalimas Surabaya. Dukungan kemudian berlanjut melalui kunjungan perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, yang menyaksikan langsung pelayanan kesehatan di Pulau Raas, termasuk kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini bagi para pelajar.
Perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen Australia untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.
“Australia percaya bahwa setiap masyarakat berhak memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya. Karena itu kami bangga dapat bermitra dengan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga dalam menghadirkan layanan kesehatan yang menjangkau masyarakat kepulauan,” ujar perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga, dr. Alif Firdaus Wafa, mengatakan kolaborasi internasional tersebut memberikan dampak besar terhadap upaya pemerataan pelayanan kesehatan yang selama ini menjadi tantangan di wilayah kepulauan.
“Kolaborasi ini bukan sekadar dukungan terhadap sebuah program bakti kesehatan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kepulauan melalui pelayanan medis, edukasi, serta upaya promotif dan preventif,” kata dr. Alif Firdaus Wafa kepada media ini, Selasa (28/07/2026).
Menurutnya, keberadaan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan lebih cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke daratan utama.
“Kami ingin memastikan masyarakat di pulau-pulau memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan manusiawi. Kehadiran kapal rumah sakit menjadi jembatan untuk menghadirkan layanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Melalui dukungan Direct Aid Program, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga menghadirkan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengobatan, edukasi kesehatan, deteksi dini penyakit, hingga promosi pola hidup sehat. Program ini sejalan dengan Kemitraan Australia–Indonesia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) yang bertujuan memperkuat sistem kesehatan Indonesia agar semakin tangguh, inklusif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masa depan.
Pelaksanaan Bakti 2026 juga mendapat dukungan dari HCML SKK Migas dan OneMed sebagai sponsor utama. Program tersebut turut didukung oleh Kementerian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), RSUD Dr. Soetomo, Aperindo, Pelindo, serta Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Kolaborasi lintas negara, pemerintah, dunia akademik, organisasi profesi, dan sektor swasta ini diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan dalam mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan. Dengan semakin banyak pihak yang bergandengan tangan, masyarakat kepulauan tidak lagi dipandang sebagai wilayah yang sulit dijangkau, melainkan sebagai prioritas pembangunan kesehatan Indonesia.
Penulis : Syahid Badri
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim










