SUMENEP, OkeDailyJatim – Dua puluh pendekar pilihan Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Sumenep bertolak menuju Jombang. Mereka bukan sekadar mengikuti pendidikan bela diri, tetapi membawa amanah untuk ditempa menjadi Pasukan Inti (PASTI) yang disiplin, tangguh, berkarakter, dan siap mengabdi.
Para calon Pasukan Inti tersebut dikirim PC Pagar Nusa Sumenep untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pertama (Diktama) PASTI Pagar Nusa yang digelar di kawasan Tambakberas, Jombang, pada 8–9 Agustus 2026.
Diktama tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses kaderisasi Pasukan Inti Pagar Nusa di Jawa Timur. Sekitar 200 calon PASTI dari berbagai Pimpinan Cabang Pagar Nusa se-Jawa Timur dijadwalkan mengikuti pendidikan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberangkatan 20 calon PASTI Sumenep dilepas langsung Ketua PC Pagar Nusa Sumenep, KH Drs. Abdul Muiz, MM, di markas PC Pagar Nusa Sumenep.
Suasana pelepasan bukan hanya menjadi seremoni keberangkatan. Pesan yang disampaikan kepada para calon Pasukan Inti justru jauh lebih dalam: mereka diminta menjaga nama baik Pagar Nusa Sumenep, mengikuti seluruh tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh, serta pulang membawa ilmu yang bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat.
KH Drs. Abdul Muiz menegaskan bahwa Pasukan Inti memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Kemampuan bela diri yang dimiliki harus berjalan beriringan dengan akhlak, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.
“Kami berharap para calon Pasukan Inti ini nantinya mampu memberikan pengamanan secara khusus, terutama dalam menjaga dan memberikan rasa aman kepada para ulama dan kiai,” ujar KH Drs. Abdul Muiz kepada media ini, Sabtu (08/08/2026).
Menurutnya, menjadi Pasukan Inti bukan tentang menunjukkan kekuatan. Justru, seorang pendekar harus mampu mengendalikan diri ketika memiliki kekuatan.
Karena itu, proses pendidikan PASTI diharapkan melahirkan kader yang mampu bertindak secara terukur, santun, disiplin, dan tetap menjunjung tinggi etika dalam menjalankan tugas.
“PASTI harus menjadi bagian dari khidmah organisasi. Kekuatan dan kemampuan yang dimiliki para pendekar harus digunakan secara bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan sikap santun, disiplin dan etika,” tegasnya.
Dua puluh calon Pasukan Inti asal Sumenep mengikuti Diktama dengan pendampingan Wakil Ketua PC Pagar Nusa Sumenep, Sahabat Pendekar Ali Arif, SH, bersama calon Komandan Pasukan Inti (Kopasda), Sahabat Kamil Wahyudi.
Di Jombang, para peserta dari berbagai daerah akan menjalani pendidikan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas seorang Pasukan Inti.
Materi yang diberikan tidak hanya berkutat pada kemampuan fisik dan bela diri. Para peserta juga dibekali pengetahuan dan keterampilan terkait teknis pengamanan, kedisiplinan, koordinasi, ketangguhan mental, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Komandan kegiatan, Moh. Sofal Jamil, menjelaskan bahwa Diktama PASTI merupakan bagian dari upaya membangun Pasukan Inti yang tidak hanya memiliki kemampuan secara kuantitas, tetapi juga berkualitas.
“Pelaksanaan Diktama ini diharapkan mampu memenuhi target kuantitas sekaligus meningkatkan kualitas Pasukan Inti Pagar Nusa. Karena yang dibutuhkan bukan hanya jumlah, tetapi kader yang benar-benar siap menjalankan tugas,” ungkap Moh. Sofal Jamil.
Ia menambahkan, pendidikan tersebut dirancang agar peserta memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika nantinya berada di tengah-tengah tugas pengamanan.
“Pelatihan ini diharapkan memberikan dampak positif kepada para peserta secara personal. Selain meningkatkan kedisiplinan, para peserta juga akan mendapatkan keterampilan dan teknis pengamanan yang nantinya dapat diterapkan dalam menjalankan tugas,” jelasnya.
Diktama PASTI di Tambakberas memiliki arti strategis. Para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan dinyatakan lulus serta resmi dilantik sebagai Pasukan Inti Pagar Nusa nantinya akan dipersiapkan untuk turut menjalankan tugas pengamanan dalam rangkaian Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari semangat khidmah Pagar Nusa kepada Nahdlatul Ulama.
Di tengah besarnya agenda Muktamar, keberadaan Pasukan Inti diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para ulama, kiai, peserta, serta seluruh pihak yang terlibat.
Bagi PC Pagar Nusa Sumenep, pengiriman 20 calon PASTI bukan sekadar mengirim kader untuk mengikuti pelatihan. Ini adalah langkah untuk menyiapkan generasi pendekar yang memiliki kemampuan sekaligus karakter.
Para peserta diharapkan kembali ke Sumenep membawa pengalaman, keterampilan, disiplin, dan semangat baru untuk memperkuat organisasi.
Sebab, pada akhirnya, seorang Pasukan Inti tidak hanya dituntut tangguh ketika menghadapi tantangan. Ia juga harus mampu menahan diri ketika memiliki kekuatan, bersikap santun ketika menjalankan tugas, dan tetap berdiri teguh ketika memegang amanah.
Dari Sumenep menuju Jombang, 20 pendekar itu membawa satu pesan besar: kekuatan bukan untuk ditakuti, melainkan untuk menjaga dan mengabdi.
Dan dari proses Diktama inilah, Pagar Nusa berharap lahir Pasukan Inti yang bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga kokoh dalam akhlak, disiplin dalam menjalankan tugas, serta tulus dalam khidmah kepada ulama, NU, dan masyarakat.










