SUMENEP, OkeDailyJatim – Helmi Art Museum di Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, menyimpan beragam artefak langka Nusantara hingga keramik kuno yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun. Koleksi tersebut menjadi daya tarik sekaligus sarana edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat.
Sejumlah koleksi unggulan museum di antaranya Batu Mas Kawin Suku Asmat dari Papua Selatan, tempat obat tradisional dari Desa Adat Ratenggaro, Sumba Barat Daya, serta belati tulang khas Suku Asmat yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat setempat.
Museum ini juga mengoleksi kendi tanah liat abad ke-14 hingga ke-15, piring porselen biru putih era akhir Dinasti Ming–awal Dinasti Qing, serta Piring Swatow dari Fujian, Tiongkok, yang menjadi bukti hubungan perdagangan maritim Nusantara sejak berabad-abad lalu.
Owner Helmi Art Museum, Helmi, S.Pd.I., mengatakan seluruh koleksi tersebut bukan sekadar benda antik, melainkan jejak peradaban yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan edukasi bagi masyarakat.
“Setiap benda yang kami koleksi memiliki cerita dan perjalanan sejarah yang panjang. Kami ingin masyarakat mengenal bahwa warisan budaya Nusantara sangat kaya dan patut dijaga bersama,” ujar Helmi kepada media ini, Senin (20/07/2026).
Menurutnya, keberadaan museum menjadi ruang belajar terbuka bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum yang ingin memahami sejarah melalui benda-benda autentik peninggalan masa lalu.
“Museum ini kami bangun bukan hanya untuk menyimpan koleksi, tetapi menjadi pusat edukasi agar generasi muda semakin mencintai sejarah dan budaya bangsa,” katanya.
Helmi menjelaskan, sebagian koleksi menunjukkan kuatnya hubungan perdagangan antara Nusantara dan dunia internasional sejak berabad-abad silam. Hal itu terlihat dari berbagai keramik kuno asal Tiongkok yang kini menjadi bagian dari koleksi museum.
“Keramik-keramik kuno ini menjadi bukti bahwa Nusantara sejak dahulu telah terhubung dengan jalur perdagangan internasional. Nilai sejarahnya sangat tinggi sehingga perlu dilestarikan,” ungkap Helmi.
Ia berharap Helmi Art Museum dapat menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Kabupaten Sumenep yang mampu menarik minat wisatawan, akademisi, hingga para pecinta sejarah dari berbagai daerah.
“Harapan kami, Helmi Art Museum menjadi rumah besar bagi pelestarian sejarah dan budaya.
Semakin banyak masyarakat yang datang, semakin besar pula kepedulian untuk menjaga warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman,” pungkasnya.
Penulis : Supriyadi Prayitno
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim










