Sementara itu, Kepala Dinas Disbudparpora Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos, M.Si, menilai Tatorbangan memiliki potensi sebagai ruang edukasi budaya berbasis masyarakat.
“Tatorbangan menunjukkan bahwa budaya dapat tumbuh dari masyarakat. Pemerintah akan mendorong pelestarian tradisi agar semakin dikenal generasi muda,” ujarnya.
Faruk juga menilai kegiatan budaya seperti Tatorbangan dapat memperkuat daya tarik wisata berbasis kearifan lokal. Tradisi masyarakat menjadi aset yang perlu dikemas secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelestarian budaya harus berjalan bersama pengembangan pariwisata. Potensi lokal seperti Tatorbangan dapat menjadi daya tarik sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat,” tambah Faruk Hanafi.
Dalam rangkaian acara, masyarakat dari enam dusun di Desa Torbang turut menyerahkan air suci dan hasil bumi kepada Bupati Sumenep serta Kepala Desa Torbang Muzanni.

Kepala Desa Torbang, Muzanni, mengatakan penyerahan hasil bumi menjadi simbol rasa syukur masyarakat sekaligus bentuk penghormatan kepada pemerintah daerah.
“Hasil bumi ini merupakan ungkapan syukur masyarakat atas rezeki yang diberikan Tuhan. Penyerahan ini juga menjadi simbol penghormatan dan pengabdian warga,” ungkap Muzanni.
Ia menyebut, Tatorbangan bukan sekadar ritual tahunan. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan dan memperkuat semangat membangun desa.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















