Jejak Tionghoa dan Majapahit Bertemu di Dungkek Sumenep, Ini Kisah yang Terungkap

- Editorial Team

Sabtu, 19 September 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budayawan H. Ibnu Hajar, M.Pd

Budayawan H. Ibnu Hajar, M.Pd

OkeDailyJatim – Dungkek menyimpan jejak panjang perjumpaan masyarakat Sumenep dengan komunitas Tionghoa. Hubungan itu disebut berkembang melalui perdagangan, perkawinan, hingga kehidupan sosial lintas agama sejak masa lampau.

Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang Kebudayaan, H. Ibnu Hajar, M.Pd., menyebut Dungkek memiliki posisi penting dalam sejarah interaksi masyarakat lokal dengan komunitas Tionghoa di Sumenep.

Pernyataan tersebut disampaikan Ibnu Hajar saat berbincang mengenai sejarah komunitas Tionghoa di Sumenep di sebuah warung kopi, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Ibnu Hajar, salah satu petunjuk penting mengenai usia sejarah Dungkek berkaitan dengan temuan peninggalan yang dikaitkan dengan masa Majapahit di kawasan pelabuhan tersebut.

“Dungkek itu salah satu pelabuhan tertua yang ada di Sumenep yang komunikasinya dengan Cina,” kata Ibnu Hajar.

Jejak tersebut, menurut dia, memperlihatkan posisi Dungkek sebagai kawasan pelabuhan yang sejak lama menjadi ruang pertemuan masyarakat lokal dengan pendatang dari luar wilayah.

Baca Juga:  Expo Madrasah 2026 Jadi Panggung Kreativitas Siswa Sumenep, Abdul Wasid: Dari Madrasah Lahir Karya Inspiratif

Aktivitas pelabuhan kemudian membuka jalur interaksi yang lebih luas. Bukan hanya perdagangan, tetapi juga pertukaran budaya, keterampilan, serta hubungan sosial antar kelompok masyarakat.

Ibnu Hajar menyebut keberadaan komunitas Tionghoa di Dungkek bahkan telah berkembang sebelum pembangunan Masjid Jami’ Sumenep. Jejak itu kemudian bersinggungan dengan sejarah pembangunan masjid tersebut.

Baca Juga:  Kepedulian Camat Gayam di Balik Penyaluran BLT DD untuk Warga Tuna Netra

Sejarah Masjid Jami’ Sumenep turut menjadi bagian penting dalam cerita panjang hubungan masyarakat lokal dengan komunitas Tionghoa.

Pada masa Panembahan Raja Sultan Abdurrahman, pembangunan Masjid Jami’ Sumenep disebut melibatkan seorang keturunan Tionghoa bernama Lau Kuntung.

Ibnu Hajar menuturkan, Lau Kuntung yang sebelumnya disebut tinggal di Pasongsongan kemudian diundang untuk terlibat dalam pembangunan masjid sebagai arsitek.

Penulis : Mas'udi

Editor : Slamet Bae

Sumber Berita: Okedaily Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi Dukung Pameran Akik Maestoh Stone, Bidik Pasar Nasional
KBS Sumenep Salurkan 117 Bungkus Nasi Bungturat, Jumat Manis Jadi Momentum Berbagi
1.600 Guru dan Tenaga Teknis Terima SK PPPK Paruh Waktu, Disdik Sumenep Tekankan Profesionalisme Digital
Asah Ketangguhan Prajurit, Yonif TP 931/KJ Gelar Ujian Pencak Silat Militer
Wabup KH. Imam Hasyim Sampaikan Raperda Dana Pilkada 2029, Total Usulan Rp75 Miliar
Patroli di Dermaga Baru Sapeken Berujung Pengungkapan Dugaan Sabu, Dua Pria Diamankan
Wisuda STAI Nurud Dhalam, Wabup KH. Imam Hasyim: Sarjana Harus Bawa Perubahan bagi Sumenep
Kodim Sumenep Siapkan Rekrutmen Prajurit TNI AD Secara Profesional dan Transparan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Bupati Fauzi Dukung Pameran Akik Maestoh Stone, Bidik Pasar Nasional

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:37 WIB

KBS Sumenep Salurkan 117 Bungkus Nasi Bungturat, Jumat Manis Jadi Momentum Berbagi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:59 WIB

1.600 Guru dan Tenaga Teknis Terima SK PPPK Paruh Waktu, Disdik Sumenep Tekankan Profesionalisme Digital

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Asah Ketangguhan Prajurit, Yonif TP 931/KJ Gelar Ujian Pencak Silat Militer

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Wabup KH. Imam Hasyim Sampaikan Raperda Dana Pilkada 2029, Total Usulan Rp75 Miliar

Berita Terbaru