OkeDailyJatim – Penguatan kompetensi guru menjadi kunci menghadirkan pembelajaran yang relevan di tengah perubahan zaman.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep H. Abdul Wasid saat membuka GERCAP di Yayasan As-Assalam, Lapataman, Dungkek, Sabtu (19/09/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh guru Yayasan As-Assalam. Forum ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan pendidik merancang pembelajaran mendalam yang efektif dan bermakna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
H. Abdul Wasid menilai guru perlu terus memperbarui kemampuan agar tidak tertinggal oleh perubahan teknologi dan kebutuhan peserta didik.
“Guru harus terus belajar dan beradaptasi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, efektif, dan sesuai perkembangan zaman,” ujar Abdul Wasid.
Ia kemudian menekankan empat kompetensi yang perlu diperkuat guru. Keempatnya meliputi penguasaan teknologi, metode pembelajaran efektif dan mutakhir, kepribadian, serta kompetensi sosial.
“Penguasaan teknologi penting, tetapi harus diimbangi metode pembelajaran yang tepat, kepribadian yang kuat, serta kemampuan membangun hubungan sosial,” katanya.
Menurut Abdul Wasid, kompetensi tersebut menjadi fondasi bagi guru dalam menciptakan proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi.
Pembelajaran harus mampu memberi pengalaman yang relevan kepada peserta didik. Karena itu, guru dituntut kreatif membaca kebutuhan dan perkembangan dunia pendidikan.
Ia juga mengapresiasi GERCAP sebagai langkah nyata membangun budaya belajar di lingkungan Yayasan As-Assalam.
“Kami mengapresiasi semangat para guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Guru yang berkembang akan melahirkan pembelajaran berkualitas,” ungkap H. Abdul Wasid.
Lebih lanjut ia menegaskan, peningkatan kompetensi guru juga berkaitan dengan komitmen pembangunan Zona Integritas Kementerian Agama.
Menurutnya, integritas dan profesionalitas tidak cukup hanya menjadi slogan. Keduanya harus tercermin dalam kinerja dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
“Integritas dan profesionalitas harus hadir dalam setiap layanan. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga memberi teladan melalui sikap dan tanggung jawabnya,” tegasnya.
Ia berharap GERCAP tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Semangat belajar harus tumbuh menjadi budaya yang terus dijaga oleh para pendidik.
“Semoga semangat ini menjadi budaya berkelanjutan untuk mewujudkan layanan pendidikan yang profesional, berintegritas, dan berdampak,” pungkas Abdul Wasid.















