OkeDailyJatim – Dua siswi kelas X MAN Sumenep, Calfina Nadifa Ayu dan Zahra Aliya Putri, mencuri perhatian dalam ajang Health Innovation Festival melalui lomba poster infografis bertema “Pertolongan Pertama pada Korban Bencana Alam”.
Babak final lomba tersebut berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, di Gedung Graha 1 Universitas Wiraraja. Ajang ini diselenggarakan UKM KSR PMI Unit Universitas Wiraraja dengan melibatkan pelajar dari berbagai wilayah di Madura.
Kompetisi berlangsung cukup ketat. Sebanyak 20 peserta mengikuti babak penyisihan sebelum akhirnya tiga peserta dinyatakan berhak melaju ke babak final, termasuk Calfina Nadifa Ayu dan Zahra Aliya Putri dari MAN Sumenep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam babak final, kedua siswi tersebut mempresentasikan karya poster infografis mengenai pertolongan pertama pada korban bencana alam. Pesan kebencanaan dikemas melalui desain visual dan informasi yang dibuat komunikatif agar mudah dipahami.
Calfina Nadifa Ayu mengatakan, keikutsertaannya dalam lomba menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan desain grafis sekaligus menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat melalui karya visual.
“Bagi saya, poster bukan hanya soal desain yang menarik, tetapi bagaimana informasi tentang pertolongan pertama bisa disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami,” kata Calfina, usai menerima penghargaan.
Sementara itu, Zahra Aliya Putri mengungkapkan bahwa proses mengikuti kompetisi membuat dirinya belajar menggabungkan kreativitas dengan ketepatan informasi, terutama ketika mengangkat tema yang berkaitan dengan keselamatan dan kebencanaan.
“Kami berusaha membuat poster yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan yang jelas agar masyarakat memahami pentingnya pertolongan pertama saat terjadi bencana,” ujar Zahra.
Kepala MAN Sumenep, H. Zaini Mukhsin, mengapresiasi kiprah dua siswinya yang mampu membawa nama madrasah hingga babak final dalam kompetisi tingkat Madura tersebut.
“Keikutsertaan siswa dalam kompetisi seperti ini penting untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, sekaligus kemampuan mereka menyampaikan gagasan melalui karya yang bermanfaat,” kata Zaini Mukhsin.
Menurut dia, prestasi tersebut juga menjadi bagian dari proses pendidikan yang mendorong siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi mampu mengembangkan keterampilan dan kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim
Halaman : 1 2 Selanjutnya















