Sumenep, OkeDailyJatim – Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara memadati Ponpes Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, untuk mengikuti pembukaan Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234. Antusiasme jamaah menghadirkan suasana religius yang menyelimuti kawasan pesantren sejak sore hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Ashar berjamaah yang dipimpin Sayyid As-Syarif Muhammad Al-Habib dari Aljazair, kemudian dilanjutkan Wirid Lazimah, Ijtima’ Wadhifah, dan Hailalah bersama Habib Idrus Ali Baharun.
Membludaknya jumlah jamaah membuat amaliah juga digelar di Masjid Jami’ Al-Amien dan sejumlah titik lain di lingkungan pesantren.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lantunan istighfar, shalawat, dan kalimat tauhid bergema serempak dari berbagai sudut pesantren. Momentum itu menjadi gambaran kuat tentang persatuan spiritual yang menyatukan jamaah tanpa memandang asal daerah maupun latar belakang.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sekaligus Muqaddam Tarekat Tijaniyah Madura, Dr. KH. Ahmad Fauzi Tijani, M.A., menegaskan bahwa amaliah dalam Tarekat Tijaniyah bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan proses pembentukan karakter seorang muslim yang utuh.
“Hakikat dzikir dalam Tarekat Tijaniyah bukan sekadar melafalkan bacaan wirid, tetapi menghadirkan hati yang senantiasa mengingat Allah SWT.
Wirid Lazimah mendidik istiqamah, Wadhifah memperkokoh ukhuwah, sedangkan Hailalah meneguhkan tauhid sebagai fondasi kehidupan seorang muslim,” ujar Kiai Ahmad Fauzi, Sabtu (18/07/2026).
Menurutnya, tema “Menguatkan Dzikir, Meneguhkan Ukhuwah, dan Menegakkan Cinta Tanah Air dalam Naungan Tarekat Tijaniyah” menjadi pesan penting bahwa kehidupan spiritual harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan kebangsaan.
“Semakin kuat dzikir seseorang, semakin kokoh persaudaraannya, semakin luhur akhlaknya, dan semakin besar kecintaannya kepada tanah air.
Spiritualitas yang benar akan melahirkan pribadi yang mampu menjaga persatuan dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat, bangsa, serta negara,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional bukan hanya menjadi ajang silaturahmi jamaah Tarekat Tijaniyah, tetapi juga momentum memperkuat syiar Islam yang damai, moderat, dan membawa rahmat bagi seluruh masyarakat.
“Kami berharap nilai-nilai dzikir, ukhuwah, dan cinta tanah air yang dibangun dalam Idul Khotmi terus hidup di tengah masyarakat sehingga melahirkan generasi yang religius, berakhlak mulia, serta mampu menjaga keutuhan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234, KH. Junaidi Rasyidi, mengungkapkan rasa syukur karena pelaksanaan hari pertama berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan berkat sinergi seluruh pihak.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pembukaan berlangsung lancar. Jamaah dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri dapat mengikuti amaliah dengan khusyuk.
Ini menunjukkan bahwa dzikir mampu menyatukan hati, mempererat ukhuwah, sekaligus menghadirkan ketenangan bagi seluruh jamaah,” katanya.
Menurut KH. Junaidi, keberhasilan hari pertama tidak lepas dari kerja sama panitia bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta ratusan relawan yang memastikan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan jamaah selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga seluruh rangkaian Idul Khotmi Nasional hingga penutupan nanti berjalan lancar, penuh keberkahan, serta memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 akan berlangsung hingga 19 Juli 2026 dengan agenda majelis dzikir, tausiyah para ulama, doa bersama, serta berbagai kegiatan yang memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meneguhkan komitmen membangun Indonesia yang religius, damai, harmonis, dan berkeadaban.
Penulis : Supriyadi Prayitno
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim










