Tradisi Tatorbangan Kembali Bergema, Bupati Fauzi Ajak Generasi Muda Rawat Tradisi Leluhur

- Editorial Team

Minggu, 13 September 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

OkeDailyJatim – Pemerintah Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, kembali menghidupkan Ritual Tatorbangan sebagai ikhtiar merawat tradisi leluhur dan menjaga kearifan lokal di tengah perubahan zaman.

Tatorbangan Ritual Culture 2026 digelar di Balai Desa Torbang, Sabtu (12/9/2026) malam. Tradisi tersebut menjadi ruang kebersamaan warga sekaligus panggung pelestarian budaya daerah.

Baca Juga:  KPRI RSUD Moh Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Perkuat Komitmen Sejahterakan Anggota

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi komitmen masyarakat Torbang dalam mempertahankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tatorbangan adalah warisan leluhur yang memiliki nilai budaya dan sosial. Tradisi ini harus dirawat bersama agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” kata Bupati Fauzi disela-sela kegiatan.

Baca Juga:  Organisasi Wartawan JSI Siap Dikukuhkan, Bakti Sosial Besar Digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep

Menurut Fauzi, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui seremoni. Keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar tradisi tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat.

“Generasi muda harus mengambil peran dalam menjaga adat dan budaya daerah. Jangan sampai perkembangan zaman membuat warisan leluhur kehilangan makna bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Siswa MIN 1 Sumenep Borong Juara, Hari Anak Nasional Jadi Panggung Prestasi Madrasah

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat. Kearifan lokal dinilai menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Sumenep.

“Kami mendukung pelestarian budaya dan kearifan lokal karena keduanya merupakan kekayaan daerah. Tradisi harus dirawat agar tetap menjadi identitas masyarakat Sumenep,” tutupnya.

Penulis : Mas'udi

Editor : Slamet Bae

Sumber Berita: OkeDailyJatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Kerapan Sapi Betina Giliraja Jadi Magnet Budaya dan Wisata Sumenep 2026
MEC 2026 Sumenep Bawa Keraton ke Panggung, Budaya Madura Disulap Jadi Magnet Wisata
GERCAP Kemenag Sumenep Perkuat Kompetensi Guru As-Assalam di Era Pembelajaran Mendalam
Siswi MAN Sumenep Tembus Final Health Innovation Festival, Bawa Pesan Pertolongan Pertama Lewat Poster Infografis
Moh. Fikriyanto Nahkodai PBFI Sumenep Periode 2026-2030
Piala AF Sport U-17 Segera Digelar di Sumenep
Jejak Tionghoa dan Majapahit Bertemu di Dungkek Sumenep, Ini Kisah yang Terungkap
Wartawan Pemula Jangan Terpinggirkan, SMSI Sumenep Dorong UKW Digelar di Madura

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 17:26 WIB

Festival Kerapan Sapi Betina Giliraja Jadi Magnet Budaya dan Wisata Sumenep 2026

Minggu, 20 September 2026 - 08:48 WIB

MEC 2026 Sumenep Bawa Keraton ke Panggung, Budaya Madura Disulap Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 19 September 2026 - 23:59 WIB

GERCAP Kemenag Sumenep Perkuat Kompetensi Guru As-Assalam di Era Pembelajaran Mendalam

Sabtu, 19 September 2026 - 20:50 WIB

Siswi MAN Sumenep Tembus Final Health Innovation Festival, Bawa Pesan Pertolongan Pertama Lewat Poster Infografis

Sabtu, 19 September 2026 - 19:06 WIB

Moh. Fikriyanto Nahkodai PBFI Sumenep Periode 2026-2030

Berita Terbaru