OkeDailyJatim – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Sutilah, warga Dusun Tengah RT 03/RW 01, Desa Jelbudan, Kecamatan Dasuk. Sutilah merupakan korban musibah KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembu.
Di tengah kehilangan yang begitu dalam, Pemerintah Kabupaten Sumenep datang mengetuk pintu rumah duka. Dinsos P3A bersama BPBD dan Baznas menyerahkan bantuan sembako serta uang tali asih kepada keluarga korban.
Bantuan uang tali asih diterima langsung oleh suami Sutilah dengan disaksikan Kepala Desa Jelbudan. Kehadiran pemerintah diharapkan menjadi penguat bagi keluarga yang sedang berusaha menerima kenyataan pahit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, S.E., M.M., mengatakan penyaluran bantuan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada keluarga warga yang sedang tertimpa musibah.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep kepada keluarga korban. Kami berharap kehadiran pemerintah dapat sedikit meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” kata Dr. Rahman, disela-sela kegiatan, Rabu (30/09/2026).
Menurutnya, duka yang dirasakan keluarga korban bukan hanya menjadi kesedihan pribadi. Pemerintah daerah turut memberikan perhatian agar keluarga tidak merasa menghadapi musibah tersebut seorang diri.
“Kami ingin memastikan keluarga korban mendapat perhatian di tengah suasana duka. Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi penguat dan memberi sedikit ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan,” harapannya.
Kehadiran jajaran Dinsos P3A, BPBD dan Baznas juga menjadi bentuk empati pemerintah daerah. Bantuan diberikan secara langsung kepada keluarga sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat Sumenep yang terdampak musibah.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Kamiluddin, S.Pd.I, M.AP., menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa korban KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembu.
“Yang jelas, atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep ikut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa korban KM Virgo. Semoga yang meninggal diampuni segala dosanya dan diterima segala amal baiknya,” ujar Kamil, karib disapa.
Ia juga menitipkan doa untuk keluarga korban yang kini harus menjalani hari-hari dengan kehilangan orang tercinta. Kesabaran dan ketabahan menjadi harapan yang disampaikan pemerintah kepada keluarga.
“Semoga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Mudah-mudahan keluarga diberikan kekuatan untuk menerima dan melewati cobaan tersebut,” tambahnya.
Kepedulian juga datang dari Baznas Sumenep. Lembaga tersebut turut memberikan uang duka kepada keluarga korban sebagai bagian dari perhatian sosial bagi warga yang tengah menghadapi musibah.
Secara terpisah, Ketua Baznas Sumenep, Abd. Rahman, S.Pd.I, mengatakan bantuan uang duka disalurkan untuk menunjukkan kepedulian kepada keluarga korban yang sedang berduka.
“Baznas Sumenep memberikan uang duka kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian. Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu keluarga di tengah suasana duka,” ungkap Rahman.
Bagi keluarga Sutilah, kedatangan pemerintah dan lembaga terkait bukan sekadar bantuan. Kehadiran tersebut menjadi pesan bahwa dalam menghadapi kehilangan, keluarga korban tetap mendapat perhatian dari lingkungan dan pemerintah daerah.
Musibah KM Virgo Transport 8 meninggalkan duka bagi banyak keluarga. Di tengah proses penanganan dan pencarian korban, perhatian kepada keluarga yang kehilangan juga menjadi bagian penting dari kemanusiaan.
Pemkab Sumenep menyampaikan doa agar korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Sementara keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam melewati masa penuh duka tersebut.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















