SUMENEP, OkeDailyJatim – Lapangan Sawunggaling, Kecamatan Pasongsongan, Minggu (26/7/2026), dipenuhi semangat dan sorak-sorai ratusan anak yang berlari mengejar mimpi di atas rumput hijau. Bukan sekadar memperebutkan kemenangan, mereka hadir membawa harapan besar menjadi generasi baru sepak bola Indonesia.
Momentum itu terasa istimewa ketika Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Dr. Zeinuddin, S.H., M.H., secara resmi membuka Festival Sepak Bola Usia 10 Tahun (U-10) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW) Sumenep.
Mengusung tema “Junjung Sportivitas”, festival tersebut mempertemukan sepuluh tim dari Kabupaten Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Namun lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal arti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat pantang menyerah sejak usia dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Dr. Zeinuddin menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak boleh hanya mengejar gelar juara. Menurutnya, karakter yang kuat merupakan pondasi utama bagi lahirnya atlet-atlet hebat di masa depan.
“Lapangan sepak bola adalah ruang pendidikan karakter. Anak-anak harus belajar jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi sportivitas. Nilai-nilai itulah yang akan mengantarkan mereka menjadi pribadi yang sukses, baik sebagai atlet maupun dalam kehidupan,” kata Dr. Zeinuddin.
Ia optimistis festival usia dini seperti ini akan menjadi wadah lahirnya bibit-bibit pesepak bola berbakat yang mampu membawa nama baik daerah hingga tingkat nasional bahkan internasional.
“Saya berharap dari lapangan ini akan lahir pemain-pemain hebat yang suatu hari nanti mengharumkan nama Sumenep, Jawa Timur, bahkan Indonesia. Teruslah berlatih, jangan pernah berhenti bermimpi, dan jadikan sportivitas sebagai jati diri kalian,” tambahnya.
Atmosfer pertandingan berlangsung penuh semangat. Dukungan para orang tua yang memadati sisi lapangan menambah energi para pemain muda yang tampil tanpa rasa takut, tetapi tetap mengedepankan semangat fair play dalam setiap pertandingan.
Kesuksesan penyelenggaraan festival juga menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara organisasi olahraga, masyarakat, dunia usaha, lembaga kesehatan, hingga para pemangku kebijakan yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan olahraga usia dini.
Panitia pelaksana, Viki Dedy Apriyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan mitra yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan lintas sektor menjadi modal penting untuk membangun ekosistem sepak bola usia dini yang semakin berkualitas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor, mitra, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan luar biasa. Festival ini bukan hanya pertandingan sepak bola, tetapi investasi bersama untuk mencetak generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berprestasi,” ujar Viki.
Ia berharap Festival U-10 tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan berkembang menjadi kompetisi pembinaan yang mampu melahirkan talenta-talenta terbaik dari Kabupaten Sumenep.
“Harapan kami, festival ini terus berlanjut setiap tahun dengan kualitas yang semakin baik. Dari sinilah kami ingin melihat lahirnya pemain-pemain muda yang memiliki kemampuan teknik, mental juara, dan karakter yang kuat untuk masa depan sepak bola Indonesia,” pungkasnya.
Festival HUT ke-73 PSHW Sumenep turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya DRT The Big Family, BPJS Ketenagakerjaan, BPRS Bhakti Sumekar, Myze Hotel, RS BHC, Gemboel Cell, XL Smart, Ar Rahman Klinik, Hairul Anwar, H. Indra Wahyudi, PR Lentera Emas Group, Salera Rojas, dan SJ Cafe.
Dengan semangat kolaborasi dan pembinaan sejak usia dini, PSHW Sumenep menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya tentang mencetak kemenangan, tetapi juga membentuk generasi yang berintegritas, disiplin, dan siap membawa harum nama daerah di masa depan.










