OkeDailyJatim – Kabar itu lama terhembus. Saya anggap candaan biasa. Tapi kali ini pertanyaan muncul dari eks Ketua KJS (Komunitas Jurnalis Sumenep), M Sa’ie. Dia minta respons saya terkait wacana anggaran reklame/iklan bakal dihapud di tahun 2027.
Saya anggap pertanyaan Ketua KJS serius. Apalagi disamping-nya ada eks Ketua PWI, M Syamsul. Juga wartawan Koran Madura, Alif.
“Begini. Kita tanya: apakah anggaran iklan/reklame itu masuk kategori operasional Pemkab? Kalau menjadi bagian anggaran operasional pemkab. Hapus juga anggaran operasional lainnya,” komentar saya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
M Sa’ie seperti butuh penjelasan lanjutan. Dia menatap tajam. Sambil nambah pesan kopi. Katanya sudah habis 3 gelas diminum.
Lalu saya jelaskan: untuk apa anggaran mamin habis Rp 20 miliar. Perjalanan dinas ASN habis Rp 21 miliar. ATK, Honorarium, dan kegiatan operasional lainnya menghabiskan total Rp 165 miliar.
Anggaran iklan/reklame itu hanya Rp 8,2 miliar. Itu yang menikmati bukan semua media yang berbadan hukum. Media yang tak kelas keberadaannya juga dapat ratusan juta.
“Sekarang saya balik ke teman teman media. Apakah bersedia menyuarakan soa anggaran mamin, perjalaan dinas dan biaya operasional lainnya,?,” balik saya tanya.
Syamsul seperti cari kesibukan. Alif jug mesem-mesem. Sa’ie hanya kembali menyulut rokok surya. Sambil minum kopi.
“Sekarang teman teman media tak jentel. Tak punya keberanian menyuarakan apa yang diketahui. Ibarat orang kena gendam,”
Sampai di sini saya menyampaikan. Itu kenapa saya menyampaikan ke Komisi 1 DPRD Sumenep soal alokasi dan distribusi anggaran reklame/iklan.
Eh..mereka tak mengerti. Di balik anggaran media. Saya ingin membuka cakrawala berpikir teman teman Jurnalis bahwa masih banyak anggaran ha he ho di APBD Sumenep.
Mari beri ruang saya akan beber semua. Atau nunggu surat jawaban dari BPK. Biar diketahui berapa yang harus dikembalikan ke negara.
Ruapnya Syamsul, Sa’ie dan Alif sudah ngerti. Maklum ketiga orang itu berlatar aktivis sewaktu mahasiswa.
Sebelum diskusi itu berakhir. Saya menyampaikan bahwa anggaran Rp 2,7 triliun itu. Sekitar 150 miliar jadi hak 50 anggota DPRD Sumenep…
Mari kita tunggu keberanian mengurangi atau menghapus anggaran iklan/reklame untuk APBD 2027.
TTD
Forum Wartawan Sumenep
Koordinator










