Pendaki Asal Sumenep Meninggal di Gunung Argopuro, BKSDA Ungkap Suhu Bisa Capai 5 Derajat Celsius

- Editorial Team

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Argopuro

Gunung Argopuro

PROBOLINGGO, OkeDailyJatim – Kabar duka datang dari kawasan Gunung Argopuro, Jawa Timur. Seorang pendaki asal Kabupaten Sumenep, Madura, bernama Jaelani meninggal dunia setelah kondisi kesehatannya menurun saat melakukan pendakian.

Jaelani dilaporkan meninggal dunia pada Rabu, 5 Agustus 2026, di kawasan Rawa Embik, salah satu titik dalam jalur pendakian Gunung Argopuro.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Nur Patria, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban mengalami penurunan kondisi kesehatan sebelum akhirnya meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban ini mengalami hipotermia, kondisi kesehatannya terus menurun sejak 4 Agustus dan meninggal dunia pada 5 Agustus,” kata Nur Patria, Jumat (7/8/2026).

Proses evakuasi korban dilakukan secara bersama-sama oleh petugas pos dan para relawan. Evakuasi berlangsung hingga Kamis, 6 Agustus 2026, sebelum korban berhasil dibawa turun melalui jalur pendakian.

Baca Juga:  Kontingen Kejurda MAN Sumenep Digembleng Intensif di Yonif TP 931/KJ

Setibanya di Pos Bremi, korban kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Waluyo Jati, Kecamatan Kraksaan, untuk mendapatkan penanganan medis.

Nur Patria mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Jaelani merupakan seorang pendaki yang telah memiliki kelengkapan surat kesehatan.

Namun, kondisi tubuh korban mengalami penurunan ketika berada di kawasan Rawa Embik.

“Saya mendapat informasi di media sosial bahwa korban memang pendaki, surat-surat kesehatan lengkap, namun ketika sampai di Rawa Embik seketika kondisi kesehatannya menurun terus dan akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius bagi para pendaki. Sebab, kondisi alam di kawasan Gunung Argopuro saat ini perlu diwaspadai, terutama karena adanya fenomena bediding atau penurunan suhu udara yang cukup drastis.

Baca Juga:  Opgab UPT PPD, Bapenda Sumenep dan Satlantas Berhasil Jaring 20 Kendaraan Penunggak PKB

Kondisi suhu dingin ekstrem dapat menjadi ancaman apabila pendaki tidak memiliki kesiapan fisik maupun perlengkapan yang sesuai.

Karena itu, BKSDA Jatim meminta pendaki memahami kondisi tubuh dan karakteristik jalur yang akan dilalui.

“Untuk sekarang suhu di Cikasur sampai Taman Hidup itu bisa sampai 5 derajat sampai 7 derajat,” tutur Nur Patria.

Menurutnya, persiapan pendakian tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Pendaki harus mengetahui secara detail berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum memasuki kawasan pegunungan, termasuk kesiapan fisik, perlengkapan, serta kondisi jalur dan cuaca.

BKSDA Jatim juga mengingatkan agar pendaki tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi tubuh maupun alam sedang tidak memungkinkan.

Keputusan untuk berhenti atau turun bukan berarti gagal mencapai tujuan, melainkan bagian dari upaya menjaga keselamatan.

Baca Juga:  Berawal dari Permintaan Perlindungan, Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sumenep Terbongkar Polisi

“Para pendaki harus saling mengingatkan dan tidak boleh memaksakan diri,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pendaki bahwa keselamatan harus ditempatkan di atas ambisi mencapai tujuan.

Gunung dengan segala keindahannya juga memiliki risiko yang harus dihadapi dengan persiapan dan kewaspadaan.

Pendaki perlu mengenali batas kemampuan tubuh, membawa perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca, serta terus memantau perubahan situasi selama berada di jalur.

Tragedi yang menimpa Jaelani di Gunung Argopuro menjadi duka sekaligus pelajaran.

Pendakian bukan hanya tentang menaklukkan ketinggian, tetapi juga tentang kemampuan membaca alam, menjaga diri, dan mengambil keputusan tepat ketika kondisi tidak lagi bersahabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Berita Terbaru