Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Kenalkan Budaya Madura di Malaysia, Jadi Duta Persahabatan Dua Negara

- Editorial Team

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Kenalkan Budaya Madura di Malaysia, Jadi Duta Persahabatan Dua Negara

Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Kenalkan Budaya Madura di Malaysia, Jadi Duta Persahabatan Dua Negara

OkeDailyJatim – Kekayaan budaya Madura kembali menembus panggung internasional. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep tampil sebagai duta budaya yang memperkenalkan identitas, tradisi, dan nilai-nilai luhur masyarakat Madura kepada para pelajar di Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026) itu tidak hanya menjadi bagian dari pengabdian akademik mahasiswa di luar negeri, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi budaya yang mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia. Di tengah suasana penuh keakraban, para mahasiswa membangun ruang belajar bersama yang mempertemukan dua bangsa serumpun melalui pendidikan, budaya, dan semangat persaudaraan.

Salah satu peserta KKN Internasional, Moh. Syaiful Anwar atau yang akrab disapa Ipunk, menjadi pemateri dalam sesi pengenalan budaya Madura. Dengan penuh antusias, ia memperkenalkan berbagai kekayaan budaya daerah, mulai dari sarung dan kopiah sebagai identitas masyarakat Madura, batik bermotif khas dengan warna-warna berani, bahasa daerah, hingga tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

Menurut Ipunk, budaya Madura tidak hanya dikenal melalui simbol-simbol budaya, tetapi juga melalui karakter masyarakatnya yang menjunjung tinggi nilai religius, kerja keras, gotong royong, penghormatan kepada orang tua, dan kepedulian terhadap sesama.

“Kami ingin dunia mengenal Madura bukan hanya karena tradisinya, tetapi juga karena nilai-nilai kehidupan yang membentuk karakter masyarakatnya. Itulah warisan yang patut dibanggakan dan terus dilestarikan,” ujar Ipunk, Rabu (05/08/2026).

Dalam pemaparannya, para siswa Malaysia juga diajak mengenal batik Madura yang memiliki corak unik dan filosofi mendalam. Setiap motif mencerminkan sejarah, kreativitas, serta kekayaan seni yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Madura.

Tak hanya itu, tradisi Karapan Sapi dan Sapi Sonok turut diperkenalkan sebagai ikon budaya Pulau Madura. Kedua tradisi tersebut dijelaskan bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan simbol kebersamaan, kerja keras, serta eratnya hubungan masyarakat Madura dengan kehidupan agraris.

Baca Juga:  Wakaf Al-Qur'an Tembus Kepulauan, Rumah Syamil Qur'an Madukismo Salurkan Mushaf ke Yayasan Al Hikmah Talango

Penjelasan yang disampaikan mahasiswa Indonesia mendapat sambutan hangat. Para siswa Malaysia tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari sejarah budaya Madura, makna setiap tradisi, hingga cara generasi muda menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Suasana diskusi pun berkembang menjadi ajang pertukaran budaya. Para pelajar Malaysia secara bergantian memperkenalkan tradisi dan kebudayaan daerah mereka, sehingga tercipta dialog yang memperkaya wawasan kedua belah pihak.

Interaksi tersebut menunjukkan bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang untuk saling memahami. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan yang mempererat persahabatan antara Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun yang memiliki banyak kesamaan sejarah dan budaya.

Melalui program KKN Internasional ini, mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi ujung tombak diplomasi budaya. Dari Pulau Madura, mereka membawa pesan persaudaraan, toleransi, serta kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Baca Juga:  Kemenag Sumenep Tuai Apresiasi PCNU, Layanan Digital Dinilai Makin Mudahkan Warga

Program tersebut juga mendapat apresiasi dari pihak lembaga pendidikan di Malaysia yang berharap kerja sama serupa terus berlanjut. Selain memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan, kegiatan ini dinilai menjadi langkah nyata dalam mempererat hubungan kedua negara melalui jalur kebudayaan dan pendidikan.

Keberadaan komunitas diaspora Madura di Malaysia pun diharapkan semakin memperkuat upaya pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Madura kepada masyarakat dunia.

Melalui langkah kecil yang dilakukan para mahasiswa, budaya Madura kembali menunjukkan bahwa warisan lokal memiliki daya tarik yang mampu melintasi batas negara. Dari Sumenep menuju Malaysia, semangat menjaga budaya berubah menjadi bahasa persahabatan yang menyatukan dua bangsa.

Penulis : Sahid Badri

Editor : Thaifur Rasyid

Sumber Berita: OkeDailyJatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Berita Terbaru