“Kami ingin melahirkan generasi ahli falak yang menguasai teknologi observasi, memahami ilmu hisab rukyat, serta mampu menjaga warisan keilmuan Nahdlatul Ulama.” ujarnya.
Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur, Syamsul Ma’arif, menegaskan bahwa kaderisasi menjadi kebutuhan mendesak. Penguasaan teknologi observasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pelayanan hisab dan rukyat semakin akurat.
“Hisab dan rukyat harus terus dikembangkan melalui pendekatan ilmiah agar mampu memberikan kepastian serta kemaslahatan bagi umat dalam penentuan awal bulan Hijriah.” tegas Syamsul Ma’arif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, penguatan literasi falak, peningkatan kemampuan observasi, dan regenerasi ahli falak merupakan fondasi penting agar tradisi rukyatul hilal tetap terjaga sekaligus mampu mengikuti perkembangan ilmu astronomi modern.
“Regenerasi ahli falak menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas rukyat, memperkuat pelayanan umat, dan menjawab tantangan perkembangan teknologi astronomi.” jelasnya.
Usai halaqah, peserta melaksanakan Turba ke lokasi rukyatul hilal milik LFNU Sumenep di kawasan Asta Gumok Sayyid Syaikh Ali, Kecamatan Kalianget.
Peserta meninjau titik observasi, mengamati ufuk barat, serta mengevaluasi penggunaan perangkat falak untuk mendukung akurasi pengamatan hilal.
Penulis : Supriyadi Prayitno
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










