Kak Avan Fathurrahman Bedah Buku Tanah Kerontang di Madura, Angkat Edukasi Kebencanaan

- Editorial Team

Selasa, 22 September 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kak Avan Fathurrahman Bedah Buku Tanah Kerontang di Madura, Angkat Edukasi Kebencanaan

Kak Avan Fathurrahman Bedah Buku Tanah Kerontang di Madura, Angkat Edukasi Kebencanaan

OkeDailyJatim – Musim kemarau yang masih menyelimuti Madura menjadi latar peluncuran buku Tanah Kerontang di Madura: Sebuah Catatan untuk Pulau Kita Tercinta, Selasa (22/9/2026).

Buku karya pendongeng asal Madura, Kak Avan Fathurrahman, itu diluncurkan sekaligus dibedah di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep.

Bukan sekadar catatan tentang tanah yang mengering, buku tersebut membawa pesan tentang pentingnya literasi kebencanaan di tengah masyarakat Madura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kak Avan menjelaskan, buku itu merupakan karya nonfiksi yang merekam informasi dan fakta mengenai persoalan kekeringan yang terjadi di Madura.

“Buku ini saya hadirkan sebagai pemantik agar edukasi kebencanaan terus berlangsung di tengah masyarakat,” kata Kak Avan disela kegiatan.

Ia menilai edukasi kebencanaan perlu dikenalkan sejak dini, khususnya kepada generasi terpelajar agar memahami risiko bencana di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga:  Tangis Bayi ke-101 Pecah di RS Kapal Ksatria Airlangga Pulau Raas, Operasi Sesar Selamatkan Ibu dan Bayi di Tengah Laut Sumenep

“Para pelajar perlu memahami dunia kebencanaan sejak dini agar mereka memiliki pengetahuan menghadapi berbagai persoalan bencana,” ujarnya.

Menurut Kak Avan, buku dapat menjadi medium untuk menyampaikan informasi kebencanaan dengan bahasa yang lebih mudah dibaca dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Saya berharap buku ini bisa menjadi ruang belajar bersama untuk mengenali persoalan kekeringan dan kebencanaan di Madura,” harap Kak Avan.

Selain menjadi penulis, Kak Avan dikenal sebagai pendongeng, dosen, penyampai radio, sekaligus tenaga pendidik di salah satu sekolah di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris BPBD Sumenep Dr. Abd. Kadir, Tim Inovasi Afifuddin, Kepala Perpustakaan Sumenep, serta penyiar senior RRI Sumenep Ririn Riskiyanti sebagai moderator.

Baca Juga:  Di Balik Penyaluran BLT DD Tahap III Beringin, Ada Pesan Penting Camat Dasuk

Sekretaris BPBD Sumenep Dr. Abd. Kadir memberikan apresiasi terhadap hadirnya buku yang mengangkat persoalan kekeringan dan edukasi kebencanaan tersebut.

“Saya sangat apresiatif dan acungkan jempol untuk Kak Avan. Buku ini menjadi cara mengedukasi masyarakat,” ujar Abd. Kadir.

Menurut Abd. Kadir, literasi kebencanaan penting untuk membantu masyarakat memahami berbagai persoalan dan risiko yang dapat muncul di lingkungan mereka.

“Edukasi seperti ini penting agar masyarakat semakin memahami dunia kebencanaan dan mampu merespons persoalan dengan lebih baik,” katanya.

Ia menilai buku dan kegiatan literasi dapat menjadi sarana pendukung untuk memperluas pengetahuan masyarakat mengenai kebencanaan secara berkelanjutan.

“Masyarakat perlu terus mendapatkan edukasi agar semakin paham dan responsif terhadap berbagai permasalahan kebencanaan,” jelas Abd. Kadir.

Baca Juga:  Prestasi Ganda MAN Sumenep: Basket Putri Juara 1, Putra Raih Juara 3 di Atom Mansas 2026

Peluncuran dan bedah buku Tanah Kerontang di Madura juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube RRI Sumenep Net dan Pro 1 RRI Sumenep.

Dengan siaran daring tersebut, pembahasan mengenai kekeringan dan edukasi kebencanaan dapat diikuti masyarakat yang tidak hadir langsung di lokasi acara.

Buku Tanah Kerontang di Madura tercatat sebagai karya Avan Fathurrahman yang diterbitkan Yash Media. Buku tersebut juga tercantum dalam data Book in Print Perpusnas.

Peluncuran buku itu sekaligus membuka ruang percakapan tentang kekeringan, literasi, dan pentingnya membangun kesadaran kebencanaan di Pulau Madura.

Di tengah kemarau yang masih berlangsung, Tanah Kerontang di Madura hadir sebagai catatan sekaligus ajakan untuk memahami persoalan lingkungan melalui kekuatan literasi.

Penulis : Mas'udi

Editor : Slamet Bae

Sumber Berita: Okedaily Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Berita Terbaru