Tangis Bayi ke-101 Pecah di RS Kapal Ksatria Airlangga Pulau Raas, Operasi Sesar Selamatkan Ibu dan Bayi di Tengah Laut Sumenep

- Editorial Team

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangis

Tangis "Anak Kapal" Pecah di Tengah Laut Sumenep, Bayi ke-101 Lahir di RS Kapal Ksatria Airlangga, Bukti Layanan Kesehatan Menembus Batas Geografis

SUMENEP, OkeDailyJatim – Di tengah hamparan laut yang memisahkan pulau-pulau kecil di Kabupaten Sumenep, sebuah tangisan bayi memecah keheningan ruang operasi Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) yang tengah bersandar di Pulau Raas. Tangisan itu bukan sekadar pertanda lahirnya seorang anak, tetapi menjadi simbol kemenangan harapan atas keterbatasan akses layanan kesehatan yang selama ini membayangi masyarakat kepulauan.

Bayi laki-laki yang kemudian dijuluki “Anak Kapal” itu lahir dalam kondisi sehat dan stabil melalui operasi sesar yang dilakukan di atas rumah sakit terapung. Kelahiran tersebut sekaligus mencatat sejarah sebagai persalinan ke-101 yang berhasil ditangani RSKKA selama menjalankan misi Bakti Kesehatan di pulau-pulau terluar Indonesia.

Di balik kebahagiaan itu tersimpan kisah perjuangan sebuah keluarga dari Pulau Putri, Kecamatan Raas. Sang ibu mengalami kehamilan post-date dengan kondisi yang berisiko sehingga secara medis membutuhkan tindakan operasi sesar. Pilihan terbaik sebenarnya adalah merujuk pasien ke rumah sakit di daratan Sumenep. Namun kenyataan berkata lain. Keterbatasan ekonomi membuat keluarga nyaris kehilangan kesempatan memperoleh pelayanan medis yang layak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut mendorong tim medis RSKKA mengambil keputusan besar. Alih-alih mengirim pasien ke daratan, mereka membawa layanan operasi lengkap langsung ke tengah lautan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSKKA, dr. Alif Firdaus Wafa, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi medis pasien dan kemampuan ekonomi keluarganya.

“Awalnya kami merencanakan pasien dirujuk ke rumah sakit di daratan Sumenep karena kasus ini masih memungkinkan untuk dirujuk. Namun setelah mengetahui kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan, kami memutuskan memberikan tindakan operasi di Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga agar keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas,” kata dr. Alif dalam keterangan tertulis kepada media ini, Selasa (28/07/2026).

Menurutnya, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan. Menunda tindakan hanya akan meningkatkan risiko bagi ibu dan bayi.

“Apabila tidak segera dilakukan tindakan, pasien berpotensi melahirkan tanpa pendampingan tenaga kesehatan yang memadai. Risiko komplikasi tentu jauh lebih besar. Karena itu kami memilih langkah medis yang paling aman dengan melakukan operasi sesar di atas kapal,” ujarnya.

Operasi dilakukan melalui kolaborasi dokter spesialis obstetri, dokter anestesi, tenaga keperawatan, serta tim bedah RSKKA. Seluruh prosedur berjalan lancar hingga ibu dan bayi dinyatakan selamat. Usai operasi, pasien dipindahkan secara hati-hati menuju ambulans untuk menjalani perawatan lanjutan di Puskesmas Raas.

Baca Juga:  Unit Turjawali Satlantas Polres Sumenep Tindak Tegas Pelanggaran Pemicu Laka dan Pengendara Tanpa Kelengkapan Berkendara

Bagi dr. Alif, keberhasilan tersebut bukan sekadar keberhasilan tindakan operasi, melainkan bukti bahwa pelayanan kesehatan modern dapat hadir hingga wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

“Kelahiran bayi ke-101 ini membuktikan bahwa kualitas layanan kesehatan tidak boleh dibatasi oleh letak geografis. Setiap ibu memiliki hak yang sama untuk melahirkan dengan aman, dan setiap bayi berhak mendapatkan awal kehidupan yang terbaik, di mana pun mereka dilahirkan,” tegas Dr. Alif.

Suasana haru juga dirasakan Ahmad Rasidin, ayah sang bayi sekaligus warga Pulau Putri. Baginya, kehadiran Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah menghadirkan harapan baru bagi masyarakat kepulauan yang selama ini harus menghadapi perjalanan laut berjam-jam hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialistik.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur ibu dan bayi selamat. Terima kasih kepada seluruh tim Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga yang memberikan pelayanan dengan penuh perhatian dan profesional. Kehadiran rumah sakit terapung ini menjadi harapan besar bagi masyarakat di pulau-pulau kecil,” ungkap Ahmad.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung misi kemanusiaan tersebut sehingga masyarakat kepulauan dapat merasakan pelayanan kesehatan yang setara dengan masyarakat di perkotaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Airlangga, HCML, Konsulat Jenderal Australia, tenaga kesehatan, para relawan, dan semua pihak yang telah menghadirkan pelayanan luar biasa ini. Semoga program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat kepulauan yang terbantu,” katanya.

Pulau Raas merupakan lokasi kedua dalam rangkaian Bakti Kesehatan RSKKA 2026 yang mengusung tema “Penyakit Katastropik di Kepulauan: Deteksi Dini dan Upaya Promotif, Preventif, dan Kuratif Menuju Pulau Sehat, Produktif, dan Bahagia.” Program ini juga menjangkau Kecamatan Bluto, Pulau Karamian, dan Pulau Masalembu dengan menerjunkan 31 relawan yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.

Baca Juga:  SOMA Vol II Resmi Dibuka, Mahasiswa DKV Universitas Wiraraja Promosikan Seni Madura di Keraton Sumenep

Program kemanusiaan tersebut digagas Yayasan Ksatria Medika Airlangga bersama Universitas Airlangga dengan dukungan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Pemerintah Australia melalui Konsulat Jenderal Australia, Kementerian Kesehatan RI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), BPJS Kesehatan, OneMed, RSUD Dr. Soetomo, Aperindo, Pelindo, serta Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Kapolresta Sumenep Perkuat Sinergi dengan Ulama dan FKUB, Safari Jumat Teguhkan Kamtibmas

Lahirnya bayi ke-101 di atas Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga bukan hanya menjadi catatan keberhasilan sebuah operasi sesar. Peristiwa ini menjadi penegas bahwa inovasi pelayanan kesehatan mampu menembus batas geografis, mempersempit kesenjangan layanan medis antara daratan dan kepulauan, serta menghadirkan harapan baru bagi ribuan warga yang selama ini hidup jauh dari rumah sakit rujukan. Dari Pulau Raas, lahir sebuah pesan kemanusiaan yang sederhana namun kuat: tak ada jarak yang terlalu jauh ketika keselamatan manusia menjadi tujuan utama.

Facebook Comments Box

Penulis : Slamet Bae

Editor : Thaifur Rasyid

Sumber Berita: OkeDailyJatim

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yonif TP 931 Hadiri Maulid Nabi di Masjid Jamik Sumenep, Kebersamaan Jadi Pesan Utama
Parenting Keluarga Via Zoom, Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole Tekankan Peran Penting Orang Tua
Kemenag Sumenep Gebrak Zona Integritas, Guru PAI Diminta Perkuat Keteladanan
Terbongkar Setelah Korban Murung, Warga Giligenting Ditangkap Polisi karena Dugaan Pencabulan Anak
Sabet Juara II Baca Puisi, Nailatul Marom Angkat Derajat Madrasah Sumenep di Kancah Kabupaten
Peringati Maulid Nabi, Rutan Kelas IIB Sumenep Tutup Operasional Sementara
Apel Pagi Bukan Sekadar Rutinitas, Kepala Inspektorat Sumenep: Momentum Awal Konsolidasi
NU Sumenep Gerakkan Pendidikan dari MWC, LP Ma’arif Siapkan Generasi Unggul Hadapi Era Keemasan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 04:30 WIB

Yonif TP 931 Hadiri Maulid Nabi di Masjid Jamik Sumenep, Kebersamaan Jadi Pesan Utama

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Parenting Keluarga Via Zoom, Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole Tekankan Peran Penting Orang Tua

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Kemenag Sumenep Gebrak Zona Integritas, Guru PAI Diminta Perkuat Keteladanan

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Terbongkar Setelah Korban Murung, Warga Giligenting Ditangkap Polisi karena Dugaan Pencabulan Anak

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Peringati Maulid Nabi, Rutan Kelas IIB Sumenep Tutup Operasional Sementara

Berita Terbaru