OkeDailyJatim – Suasana menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2027 mulai terasa di sejumlah wilayah Sumenep. Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, menjadi salah satu desa yang ikut dalam rencana pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Di tengah persiapan yang masih berjalan, sejumlah nama mulai muncul dalam perbincangan masyarakat. Salah satunya Muhlis Fajar, yang belakangan disebut-sebut warga dalam pembahasan mengenai figur yang berpotensi meramaikan Pilkades Paseraman.
Pembicaraan mengenai nama tersebut berkembang di tengah harapan masyarakat terhadap sosok pemimpin desa. Warga menginginkan figur yang tidak hanya memahami pemerintahan, tetapi juga dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi sebagian warga, kepemimpinan desa bukan sekadar persoalan jabatan. Kepala desa memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan publik, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai program desa berjalan dan dirasakan masyarakat.
“Bagi kami, pemimpin desa harus mau mendengar keluhan warga dan memahami kebutuhan masyarakat. Yang paling penting, kepentingan warga tetap menjadi perhatian,” ujar salah seorang warga setempat, Sabtu (26/09/2026).
Nama Muhlis Fajar kemudian menjadi bagian dari dinamika pembicaraan tersebut. Namun, pandangan warga yang berkembang di tengah masyarakat tidak dapat secara otomatis disebut sebagai dukungan resmi terhadap seseorang untuk maju dalam Pilkades.
Apalagi, tahapan pencalonan kepala desa masih harus mengikuti aturan dan mekanisme resmi yang ditetapkan pemerintah daerah. Karena itu, setiap nama yang muncul dalam pembicaraan masyarakat masih perlu dibedakan dari status pencalonan secara formal.
Pemerintah Kabupaten Sumenep sendiri tengah mempersiapkan pelaksanaan Pilkades Serentak 2027. Sebelumnya, DPMD Sumenep menyebut persiapan teknis masih menunggu serta menyesuaikan regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan.
Dalam rencana Pilkades Serentak 2027, Desa Paseraman tercatat sebagai salah satu desa di Kecamatan Arjasa yang masuk daftar desa peserta. Secara keseluruhan, Sumenep merencanakan Pilkades di 246 desa yang tersebar di 27 kecamatan.
Seiring mendekatnya tahapan pemilihan, masyarakat tentu akan memiliki ruang untuk mengenal setiap figur yang nantinya resmi mencalonkan diri. Visi, program, rekam pengabdian, serta gagasan untuk desa menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Untuk saat ini, munculnya nama Muhlis Fajar masih menjadi bagian dari dinamika awal masyarakat Desa Paseraman. Kepastian mengenai siapa saja yang akan menjadi peserta Pilkades tetap menunggu proses pencalonan dan tahapan resmi.
Pilkades bukan hanya momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang bagi masyarakat menentukan arah pembangunan desa. Karena itu, prosesnya diharapkan berlangsung sesuai aturan dan memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh calon.
Bagi masyarakat Paseraman, perhatian kini mulai tertuju pada figur-figur yang dinilai memiliki gagasan dan kepedulian terhadap masa depan desa. Perkembangan pencalonan selanjutnya akan menentukan siapa yang benar-benar maju dalam kontestasi resmi.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















