BEM SI Kerakyatan Jatim Ganti Nahkoda, Suara Mahasiswa Kembali Diarahkan untuk Rakyat

- Editorial Team

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEM SI Kerakyatan Jatim Ganti Nahkoda, Suara Mahasiswa Kembali Diarahkan untuk Rakyat

BEM SI Kerakyatan Jatim Ganti Nahkoda, Suara Mahasiswa Kembali Diarahkan untuk Rakyat

SUMENEP, OkeDailyJatim – Di tengah derasnya pembangunan Jawa Timur, suara tentang rakyat belum boleh tenggelam. Ketika pertumbuhan ekonomi terus digaungkan, masih ada persoalan ketimpangan, lapangan pekerjaan, pendidikan, lingkungan, hingga penegakan hukum yang menuntut perhatian.

Di tengah situasi itulah, gerakan mahasiswa Jawa Timur memasuki babak baru.

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI Kerakyatan Jawa Timur resmi memasuki periode kepengurusan 2026–2027. Pergantian kepemimpinan ini tidak hanya menjadi agenda regenerasi organisasi, tetapi juga momentum untuk mempertegas kembali posisi mahasiswa sebagai kekuatan kontrol sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mandat tersebut diberikan kepada Universitas Bahaudin Mudhary Madura sebagai Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Jawa Timur. Posisi itu dipercayakan kepada Moh. Iskil El Fatih setelah melalui Musyawarah Nasional BEM SI Kerakyatan di Jambi.

Bagi Iskil, amanah tersebut datang bersama tanggung jawab besar. Sebab, Jawa Timur bukan hanya berbicara tentang angka pertumbuhan dan pembangunan infrastruktur. Di balik berbagai capaian itu, terdapat masyarakat yang masih berhadapan dengan persoalan mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ia ingin menjadikan periode baru BEM SI Kerakyatan Jawa Timur sebagai ruang untuk memperkuat keberpihakan mahasiswa terhadap kepentingan publik.

Baca Juga:  Warga Pakandangan Barat Sumenep Temukan Telapak Kaki di Pantai, Ternyata Ada Mayat Misterius

“Kita tidak ingin periode baru ini berhenti pada regenerasi struktural. Kalau pembangunan terus berjalan, pertanyaannya sederhana: apakah masyarakat ikut merasakan manfaatnya? Di situlah mahasiswa harus hadir, membaca kebijakan, menguji dampaknya, dan bersuara ketika kepentingan rakyat terpinggirkan,” kata Iskil, Sabtu (08/08/2026).

BEM SI Kerakyatan Jawa Timur ke depan tidak ingin gerakan mahasiswa hanya muncul ketika sebuah persoalan sudah menjadi sorotan publik.

Kajian kebijakan, konsolidasi antarkampus, serta advokasi masyarakat akan menjadi bagian dari arah gerakan pada periode 2026–2027.

Langkah tersebut dinilai penting agar suara mahasiswa tidak berhenti pada kritik di jalanan, tetapi memiliki dasar argumentasi yang kuat dan mampu memberikan gambaran mengenai persoalan yang sebenarnya terjadi di tengah masyarakat.

Dengan kajian yang matang, mahasiswa dapat menguji apakah sebuah kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat atau justru menyisakan persoalan baru.

Iskil menegaskan, keberanian menyampaikan kritik harus berjalan beriringan dengan independensi.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu membangun komunikasi dengan pemerintah maupun lembaga negara tanpa kehilangan sikap kritis. Termasuk ketika menyikapi kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun kinerja aparat penegak hukum, seperti Polda Jawa Timur.

Baca Juga:  Polisi Ringkus Pelaku Curat di Pantai Taneros Sumenep

“Mahasiswa tidak boleh menjadi bagian dari kekuasaan, tetapi juga tidak boleh alergi terhadap dialog. Kita akan membuka komunikasi dengan siapa pun, tetapi independensi tetap menjadi batas. Ketika kebijakan tidak berpihak kepada masyarakat, tugas kita adalah mengkritiknya,” tegasnya.

Independensi menjadi salah satu garis penting yang ingin dijaga BEM SI Kerakyatan Jawa Timur.

Gerakan mahasiswa, kata Iskil, harus berdiri berdasarkan persoalan yang dihadapi masyarakat. Kritik tidak boleh lahir karena kedekatan maupun kepentingan politik sesaat.

Sebaliknya, setiap sikap organisasi harus memiliki pijakan yang jelas, baik melalui kajian, data maupun temuan di lapangan.

Semangat tersebut menjadi penting karena mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual sekaligus bagian dari masyarakat sipil.

Mereka dituntut mampu menyampaikan kegelisahan masyarakat ke ruang publik, sekaligus mengawal agar kebijakan pemerintah tetap berjalan dalam koridor kepentingan rakyat.

Periode 2026–2027 pun diproyeksikan menjadi fase konsolidasi bagi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Dorong Pelajar Jadikan Literasi Senjata Hadapi Derasnya Arus Digital

Antarkampus akan didorong untuk memperkuat komunikasi dan membangun jaringan gerakan yang lebih responsif terhadap persoalan di berbagai daerah.

Tidak hanya persoalan pendidikan dan ketenagakerjaan, isu lingkungan, ketimpangan sosial, pelayanan publik, hingga penegakan hukum juga menjadi ruang yang membutuhkan perhatian mahasiswa.

Dengan demikian, gerakan mahasiswa tidak sekadar menjadi suara yang terdengar ketika aksi berlangsung. Lebih jauh, mahasiswa diharapkan mampu menjadi mata yang melihat persoalan, pikiran yang mengkajinya, dan suara yang menyampaikannya kepada publik.

Pergantian kepemimpinan BEM SI Kerakyatan Jawa Timur akhirnya bukan sekadar pergantian periode.

Ini adalah pertaruhan tentang bagaimana mahasiswa menjaga idealisme ketika berhadapan dengan kekuasaan.

Sebab pembangunan tidak hanya dinilai dari seberapa tinggi gedung berdiri, seberapa panjang jalan terbentang, atau seberapa besar angka pertumbuhan ekonomi.

Ukuran yang paling dekat dengan rakyat justru sederhana: apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya?

Pertanyaan itulah yang kini dibawa BEM SI Kerakyatan Jawa Timur memasuki periode 2026–2027.

Sebuah lembar baru telah dibuka. Dan di dalamnya, suara rakyat kembali menjadi alasan bagi mahasiswa untuk tetap bersuara.

Penulis : Sahid Badri

Editor : Thaifur Rasyid

Sumber Berita: OkeDailyJatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Berita Terbaru