Surabaya, OkeDailyJatim – Dilema kekurangan tenaga pendidik yang bertahun-tahun membelit wilayah kepulauan dan pelosok Kabupaten Sumenep, akhirnya menemukan jalan keluar nyata untuk mengatasi defisit guru Sekolah.
Di tengah arus guru yang makin banyak pensiun serta keterbatasan kuota penerimaan ASN, Dinas Pendidikan setempat meluncurkan inovasi revolusioner yang menggandeng kekuatan generasi muda dari perguruan tinggi.
Diberi nama Program Taretan Sumenep alias Talenta Relawan Pendidikan Sumenep, langkah ini mengubah pandangan bahwa solusi kekurangan guru hanya bergantung pada formasi resmi semata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gagasan cemerlang ini dipaparkan langsung oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi, S.Pd., M.AP, saat tampil memukau dalam Seminar Rancangan Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2026 di Yogyakarta, Selasa (21/7/2026).
“Kekurangan guru tak bisa lagi diselesaikan hanya dengan menunggu jatah formasi yang datang setahun sekali.
Kita butuh terobosan cepat, tepat sasaran, dan tak boleh mengorbankan kualitas masa depan anak-anak didik kita.” kata Fairus dalam paparannya.
Program ini menempatkan mahasiswa tingkat akhir sebagai ujung tombak pengajaran di sekolah-sekolah yang paling merasakan dampak ketiadaan guru.
Mereka bukan sekadar pengisi kekosongan, melainkan membawa energi baru serta ide-ide segar yang dibangun dari landasan ilmu akademik yang kuat.
“Program Taretan Sumenep kami hadirkan sebagai solusi nyata bagi sekolah di kepulauan dan daerah terluar.
Yang paling utama kami jaga adalah hak mutlak setiap anak untuk tetap meraih pendidikan setara dan berkualitas di manapun mereka berada.” ujarnya.
Langkah penerapannya disusun secara matang dan berjenjang. Fase awal akan memusatkan kerja sama dengan seluruh perguruan tinggi di lingkungan Pulau Madura, sebelum akhirnya merambah ke kampus-kampus ternama di luar pulau demi meluaskan jangkauan manfaat.
“Tahap pertama kami bangun kemitraan kokoh dengan kampus-kampus di Madura, khususnya Sumenep.
Nanti kami perluas jaringan agar semakin banyak putra-putri terbaik bangsa turun tangan mengabdi untuk kemajuan pendidikan daerah ini.” jelas Kabid GTK Akhmad Fairusi.
Kehadiran program ini bukan hanya menguntungkan satu pihak saja, melainkan membangun roda kemajuan yang saling menggerakkan.
Sekolah teratasi kekurangan tenaga, mahasiswa mendapat pengalaman nyata, perguruan tinggi mewujudkan Tri Dharma serta kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
“Ini adalah kolaborasi simbiosis yang sempurna: sekolah terbantu maksimal, mahasiswa bertumbuh kemampuannya, kampus menjalankan misi mulianya, dan daerah mendapatkan solusi jitu mengatasi masalah guru. Kami yakin ini bisa menjadi teladan bagi seluruh Indonesia.” pungkasnya.
Fairusi yang tampil bersama Kelompok III PKA Angkatan II 2026 dengan pendampingan Dr. Ir. Aswin Eka Adhi, M.Si serta dukungan penuh Kepala Disdik H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., sangat berharap terjalin nota kesepahaman resmi dipimpin langsung Bupati Sumenep bersama rekan-rekan perguruan tinggi.
Ia menegaskan, saat seluruh elemen bergerak seirama dalam gerakan Taretan Sumenep, tak akan ada lagi alasan bagi putra-putri daerah ini tertinggal asa dan harapan meraih masa depan gemilang.
Penulis : Slamet Bae
Editor : Syahid Badri
Sumber Berita: OkeDailyJatim










