21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

- Editorial Team

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Raas Terdampar di Perairan Australia

Warga Raas Terdampar di Perairan Australia

OkeDailyJatim – Sebanyak 21 nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Raas, Sumenep, Jawa Timur, dilaporkan masuk wilayah perairan Australia setelah dua perahu mereka diterjang badai saat mencari teripang.

Mereka berangkat menggunakan perahu Bulalo yang membawa delapan ABK dan perahu Rukun Desa dengan 13 nelayan. Keduanya berlayar dari Tonduk menuju Rote dan Sabu sebelum ke Pulau Pasir untuk mencari teripang.

Perjalanan tersebut semula dilakukan untuk mencari penghasilan. Namun, saat aktivitas penyelaman berlangsung, cuaca buruk datang. Gelombang dan arus kuat membuat kedua perahu terseret hingga mendekati batas perairan Australia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah masuk wilayah perairan Australia, 21 nelayan tersebut diamankan pihak berwenang setempat. Mereka kini berada dalam penanganan pemerintah Australia dan menunggu kepastian proses pemulangan ke Indonesia.

Baca Juga:  Pajak Kendaraan Jadi Sasaran Opgab Skala Besar di Sumenep, Puluhan Kendaraan Terjaring Petugas Gabungan

Sahuri, salah satu ABK, sempat menghubungi keluarga melalui telepon seluler. Ia menceritakan kondisi dua perahu yang diterjang badai hingga terseret arus dan membuat para nelayan berada di wilayah Australia.

Abd. Bari, keluarga Sahuri di Desa Karopoh, Kecamatan Raas, kemudian menyampaikan kabar tersebut kepada awak media. Ia mengatakan kondisi para nelayan sehat, tetapi keluarga masih menunggu kepastian kepulangan mereka dari Australia.

“Alhamdulillah, ke-21 nelayan Tonduk kondisinya sehat dan masih dalam penanganan pihak keamanan pemerintah Australia. Namun, belum ada kepastian kapan mereka bisa pulang,” kata Bari.

Ia berharap pemerintah Indonesia segera memberikan bantuan untuk proses pemulangan 21 nelayan tersebut. Menurutnya, kepastian pemerintah sangat dinantikan keluarga yang terus menunggu kabar dari Australia hingga kini.

Baca Juga:  Bupati Fauzi Siapkan Lahan 30 Hektare untuk KEK Tembakau Madura

Sementara itu Kepala Desa Tonduk, Hj. Ija, membenarkan adanya 21 warga yang berangkat mencari teripang di Pulau Pasir. Mereka kemudian terseret arus hingga melewati area batas laut Australia dan diamankan pihak setempat.

“Memang ada 21 warga kami yang sedang mencari teripang di Pulau Pasir. Mereka terseret arus hingga melewati area batas laut Australia,” ujar Hj. Ija, Rabu (07/10/2026).

Pemdes Tonduk, kata Hj. Ija, terus berupaya mendapatkan informasi terbaru dan mendorong koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta pemerintah pusat untuk membantu pemulangan warganya.

Upaya tersebut diharapkan melibatkan pemerintah pusat melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Australia. Kepastian penanganan dinilai penting agar keluarga mendapat informasi jelas mengenai kondisi dan proses kepulangan para nelayan.

Baca Juga:  DPD RI Dukung Sumenep Jadi Kabupaten Kepulauan

“Semoga segera ada kepastian penanganan dari pemerintah Republik Indonesia tentang kapan mereka dipulangkan. Kasihan keluarga yang terus menunggu kabar mereka,” harapnya.

Bagi keluarga di Desa Tonduk, keselamatan 21 nelayan menjadi perhatian utama. Mereka berharap proses komunikasi pemerintah Indonesia dengan pihak Australia segera menemukan jalan keluar agar para nelayan dapat kembali dengan selamat.

Kasus ini menjadi perhatian keluarga dan pemerintah desa karena para nelayan tersebut sedang mencari nafkah ketika perahu mereka diterjang badai. Kini, kepulangan mereka menjadi harapan besar warga Tonduk dan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi
Wabup KH. Imam Hasyim Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Santri Entrepreneur 2026
Perpusling Dispusip Hadir di Pekan Literasi Krida Paparika SMAN 1 Sumenep

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Berita Terbaru