Wabup KH. Imam Hasyim Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Santri Entrepreneur 2026

- Editorial Team

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Sumenep KH Imam Hasyim di Acara Santri Entrepreneur 2026.

Wabup Sumenep KH Imam Hasyim di Acara Santri Entrepreneur 2026.

OkeDailyJatim – Pesantren kini tak hanya menjadi tempat santri menimba ilmu agama. Lebih dari itu, pesantren juga memiliki potensi melahirkan generasi muda yang mandiri secara ekonomi.

Hal itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui program Santri Entrepreneur 2026.

Program tersebut resmi diluncurkan Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim SH MH di Pondok Pesantren Ar Ruhama, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan itu, Imam Hasyim mendorong para santri berani melihat peluang usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.

Menurutnya, santri memiliki modal kuat karena ditempa dengan pendidikan, karakter, dan nilai kemandirian di lingkungan pesantren.

Baca Juga:  Warga Gedugan Sumenep Mulai Kesulitan Air, BPBD Siapkan Langkah Penanganan

“Santri tidak cukup hanya memiliki bekal ilmu agama. Mereka juga harus mampu membaca peluang dan memanfaatkan potensi di sekitarnya,” ujar KH Imam Hasyim.

Ia menilai perkembangan teknologi turut membuka kesempatan bagi santri untuk mengembangkan berbagai jenis usaha.

Santri, kata dia, jangan hanya disiapkan sebagai pencari kerja. Mereka juga perlu didorong menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

“Generasi muda harus berani melihat peluang. Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan, tetapi juga bagaimana menciptakan pekerjaan,” kata Wabup KH Imam Hasyim SH MH.

Program Santri Entrepreneur 2026 menyasar santri, santriwati, hingga alumni pesantren.

Baca Juga:  Jangan Sampai Terlewat! Parade Keroncong Se-Jawa Timur Bakal Mengubah Wajah Taman Adipura Sumenep

Potensi lokal di setiap daerah juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Mulai dari sumber daya alam, keterampilan masyarakat, produk lokal, hingga kearifan budaya.

“Potensi yang ada di sekitar kita harus diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah. Kreativitas dan inovasi santri sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Peluncuran program ditandai dengan penyerahan bantuan peralatan usaha kepada peserta secara simbolis.

Para santri kemudian mengikuti praktik pengolahan produk bersama para pemateri.

Pemkab Sumenep berharap program tersebut tidak berhenti pada pelatihan.

Peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan menjadi usaha produktif yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Menyusuri Jejak Peradaban Madura di Helmi Art Museum, 12 Koleksi Langka Jadi Jendela Sejarah

Program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2019 tentang Kepemudaan.

Pelaksanaannya dilakukan melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumenep.

Imam Hasyim berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun usaha secara serius.

“Harapan kami, Santri Entrepreneur ini benar-benar melahirkan wirausahawan muda yang mandiri dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Melalui program tersebut, pesantren diharapkan menjadi salah satu ruang tumbuh bagi wirausahawan muda Sumenep.

Bukan hanya memiliki kecakapan spiritual, santri juga diharapkan mampu mandiri, kreatif, dan ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi
Perpusling Dispusip Hadir di Pekan Literasi Krida Paparika SMAN 1 Sumenep

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Berita Terbaru