Warga Gedugan Sumenep Mulai Kesulitan Air, BPBD Siapkan Langkah Penanganan

- Editorial Team

Selasa, 29 September 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD Kabupaten Sumenep Kamiluddin, S.Pd.I., M.AP.,

Kepala BPBD Kabupaten Sumenep Kamiluddin, S.Pd.I., M.AP.,

OkeDailyJatim – Krisis air bersih mulai membayangi warga Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.

Sejumlah sumur warga yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari mulai mengalami penyusutan debit air.

Perubahan kondisi itu membuat warga tidak lagi leluasa mendapatkan air seperti sebelumnya. Sumur yang biasanya dapat disedot setiap hari kini membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali terisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menyebut, air dari sumur baru bisa kembali dimanfaatkan setelah menunggu sekitar dua hingga tiga hari.

Kondisi tersebut menjadi tanda awal tekanan musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih di wilayah kepulauan Sumenep.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mengaku belum menerima laporan resmi terkait krisis air bersih di Desa Gedugan.

Baca Juga:  Polsek Kangean Bongkar Tiga Kasus Sekaligus, dari Dugaan Kekerasan Seksual hingga Peredaran Sabu

Kepala BPBD Kabupaten Sumenep Kamiluddin, S.Pd.I., M.AP., mengatakan pihaknya tetap membuka ruang koordinasi apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air.

“Kalau sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk. Namun pada prinsipnya BPBD siap memberikan bantuan,” kata Kamiluddin, Selasa (29/09/2026).

Menurut dia, laporan dari pemerintah desa menjadi bagian penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Apalagi, Desa Gedugan berada di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan berbeda dibandingkan kawasan daratan.

“Khusus di pulau kita akan bantu dengan mencari sumber mata air yang terdekat. Karena sulit membawa air dari darat,” ujarnya.

Kamiluddin menjelaskan, distribusi air bersih ke wilayah kepulauan tidak selalu mudah dilakukan. Faktor jarak, akses transportasi, hingga kondisi geografis menjadi pertimbangan dalam penanganannya.

Baca Juga:  Euforia JJS Pecah di Sumenep, Ribuan Pelajar SD Tumpah Ruah Rayakan Kemerdekaan

Karena itu, pencarian sumber air terdekat dinilai menjadi salah satu opsi yang dapat dilakukan ketika kebutuhan air warga mulai mendesak.

“Laporan pengaduan itu bisa disampaikan oleh kepala desa melalui camat setempat,” tambah Kamil sapaannya.

Dengan adanya laporan tersebut, BPBD dapat melakukan koordinasi dan melihat langsung tingkat kebutuhan air bersih masyarakat.

Langkah ini penting agar bantuan tidak terlambat ketika kondisi warga semakin sulit.

Lebih lanjut, Kamiluddin menegaskan, BPBD pada prinsipnya siap melakukan penanganan sesuai laporan dan kondisi yang terjadi di lapangan.

“Kalau memang sudah ada kebutuhan air bersih, kami siap melakukan penanganan sesuai laporan dan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Sebelumnya, BPBD Sumenep telah memetakan puluhan desa yang masuk wilayah rawan kekeringan pada musim kemarau 2026. Wilayah Giligenting termasuk kawasan yang masuk dalam pemetaan kerawanan tersebut.

Baca Juga:  HUT ke-81 RI, BKAD Sumenep Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Jalan-Jalan Sehat

Kondisi di Gedugan kini menjadi perhatian karena air sumur merupakan salah satu sumber utama pemenuhan kebutuhan warga.

Jika debit air terus menyusut, kebutuhan masyarakat berpotensi semakin sulit dipenuhi tanpa dukungan sumber air alternatif.

Warga pun berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian sebelum penyusutan air sumur berkembang menjadi krisis air bersih yang lebih luas.

Sementara itu, BPBD Sumenep meminta jalur koordinasi melalui pemerintah desa dan kecamatan dapat dimanfaatkan apabila kebutuhan air bersih semakin mendesak.

Dengan laporan yang cepat, langkah penanganan dapat disiapkan lebih awal untuk menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Penulis : Mas'udi

Editor : Slamet Bae

Sumber Berita: Okedaily Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi
Wabup KH. Imam Hasyim Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Santri Entrepreneur 2026

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Berita Terbaru