OkeDailyJatim – Ancaman kebakaran lahan dan kekeringan menjadi perhatian serius Pemkab Sumenep saat apel gabungan, Senin (21/9/2026).
Apel jam pimpinan itu digelar di halaman Pemkab Sumenep dan dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Kamiluddin, S.Pd.I., M.AP.
Kegiatan dihadiri Sekdakab Sumenep Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., Asisten Setdakab, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, pejabat eselon III dan IV, serta ASN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam amanatnya, Kamiluddin mengingatkan perangkat daerah agar memperhatikan serapan anggaran memasuki semester kedua tahun 2026.
Ia meminta setiap OPD menyiapkan anggaran kas secara matang agar program pemerintahan berjalan sesuai target dan tidak menumpuk pada akhir tahun.
“Serapan anggaran semester kedua harus menjadi perhatian. OPD perlu menyiapkan anggaran kas agar seluruh program 2026 berjalan tepat waktu dan sesuai target.” kata Kamiluddin dalam amanatnya.
Selain anggaran, BPBD Sumenep menyoroti meningkatnya risiko kebakaran di tengah musim kemarau. Pemkab sebelumnya menerbitkan SE Bupati Nomor 35 Tahun 2026.
Surat edaran tersebut mengatur pencegahan dan penanggulangan Karhutla serta larangan membuka lahan dengan cara membakar selama kondisi rawan kebakaran.
Kamiluddin menyebut pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Masyarakat diminta ikut menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan sembarangan. Pencegahan kebakaran harus menjadi tanggung jawab bersama, terutama saat kondisi lahan sangat kering.” imbaunya.
Data yang disampaikan dalam apel menunjukkan terdapat 96 kejadian kebakaran. Dari jumlah tersebut, 81 kejadian disebut merupakan kebakaran lahan.
Kondisi itu menunjukkan lahan kering menjadi salah satu titik rawan yang membutuhkan perhatian. Terlebih, kebakaran lahan dapat cepat meluas saat angin bertiup.
Ia menegaskan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan faktor alam. Perilaku manusia juga dapat menjadi pemicu, sehingga kewaspadaan dan kedisiplinan harus ditingkatkan.
“Kebakaran bukan hanya karena faktor alam. Faktor manusia juga sangat menentukan. Kelalaian kecil bisa memicu api dan menimbulkan dampak yang lebih besar.” tegas Kamiluddin.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Satpol PP yang selama ini ikut mendukung upaya pencegahan serta penanganan kejadian kebakaran di Kabupaten Sumenep.
Kamiluddin kemudian mengingatkan kondisi kekeringan yang kini memasuki puncaknya. Masyarakat diminta menghemat air dan menjaga kesehatan selama musim kemarau berlangsung.
“Kekeringan sudah mencapai puncaknya. Kita harus menghemat air, menggunakan seperlunya, dan menjaga kesehatan agar tetap aman menjalani aktivitas.” ungkapnya.
Menurut Pemkab Sumenep, kewaspadaan Karhutla memang perlu diperkuat selama musim kekeringan 2026. Pemerintah juga meminta seluruh unsur meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan.
Pihaknya mengajak seluruh ASN dan masyarakat membangun budaya siaga bencana. Informasi cuaca dan peringatan dini perlu menjadi perhatian dalam menentukan langkah pencegahan.
Apel gabungan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat koordinasi antarlembaga. Pencegahan kebakaran dan penanganan kekeringan membutuhkan keterlibatan pemerintah, petugas, serta masyarakat.
Kamiluddin menutup amanatnya dengan pesan agar seluruh jajaran tidak lengah menghadapi potensi bencana di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
“Kita harus terus mencegah dan meningkatkan kesiapsiagaan. Salam tangguh, salam kemanusiaan,” pungkas Kamiluddin, SPdi, M.AP.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















