Apel Jam Pimpinan Pemkab Sumenep, BPBD Tekankan Hemat Air dan Cegah Kebakaran

- Editorial Team

Senin, 21 September 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Kamiluddin SPDI MAP Dengan Latar Apel Upacara Gabungan Senin (21/09/2026)

Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Kamiluddin SPDI MAP Dengan Latar Apel Upacara Gabungan Senin (21/09/2026)

OkeDailyJatim – Ancaman kebakaran lahan dan kekeringan menjadi perhatian serius Pemkab Sumenep saat apel gabungan, Senin (21/9/2026).

Apel jam pimpinan itu digelar di halaman Pemkab Sumenep dan dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Kamiluddin, S.Pd.I., M.AP.

Kegiatan dihadiri Sekdakab Sumenep Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., Asisten Setdakab, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, pejabat eselon III dan IV, serta ASN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam amanatnya, Kamiluddin mengingatkan perangkat daerah agar memperhatikan serapan anggaran memasuki semester kedua tahun 2026.

Ia meminta setiap OPD menyiapkan anggaran kas secara matang agar program pemerintahan berjalan sesuai target dan tidak menumpuk pada akhir tahun.

“Serapan anggaran semester kedua harus menjadi perhatian. OPD perlu menyiapkan anggaran kas agar seluruh program 2026 berjalan tepat waktu dan sesuai target.” kata Kamiluddin dalam amanatnya.

Baca Juga:  Kain Perca Jadi Ladang Rupiah, TP-PKK Sumenep Sulap Limbah Menjadi Peluang Ekonomi Keluarga

Selain anggaran, BPBD Sumenep menyoroti meningkatnya risiko kebakaran di tengah musim kemarau. Pemkab sebelumnya menerbitkan SE Bupati Nomor 35 Tahun 2026.

Surat edaran tersebut mengatur pencegahan dan penanggulangan Karhutla serta larangan membuka lahan dengan cara membakar selama kondisi rawan kebakaran.

Kamiluddin menyebut pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Masyarakat diminta ikut menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan sembarangan. Pencegahan kebakaran harus menjadi tanggung jawab bersama, terutama saat kondisi lahan sangat kering.” imbaunya.

Data yang disampaikan dalam apel menunjukkan terdapat 96 kejadian kebakaran. Dari jumlah tersebut, 81 kejadian disebut merupakan kebakaran lahan.

Baca Juga:  47 Anak Sumenep Berangkat ke Sekolah Rakyat, Pemkab Antar Harapan Baru Menuju Masa Depan Cerah

Kondisi itu menunjukkan lahan kering menjadi salah satu titik rawan yang membutuhkan perhatian. Terlebih, kebakaran lahan dapat cepat meluas saat angin bertiup.

Ia menegaskan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan faktor alam. Perilaku manusia juga dapat menjadi pemicu, sehingga kewaspadaan dan kedisiplinan harus ditingkatkan.

“Kebakaran bukan hanya karena faktor alam. Faktor manusia juga sangat menentukan. Kelalaian kecil bisa memicu api dan menimbulkan dampak yang lebih besar.” tegas Kamiluddin.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Satpol PP yang selama ini ikut mendukung upaya pencegahan serta penanganan kejadian kebakaran di Kabupaten Sumenep.

Kamiluddin kemudian mengingatkan kondisi kekeringan yang kini memasuki puncaknya. Masyarakat diminta menghemat air dan menjaga kesehatan selama musim kemarau berlangsung.

“Kekeringan sudah mencapai puncaknya. Kita harus menghemat air, menggunakan seperlunya, dan menjaga kesehatan agar tetap aman menjalani aktivitas.” ungkapnya.

Baca Juga:  Jelang Pilkades 2027, Bakesbangpol Sumenep Pasang Radar Dini Hadapi Gejolak Politik

Menurut Pemkab Sumenep, kewaspadaan Karhutla memang perlu diperkuat selama musim kekeringan 2026. Pemerintah juga meminta seluruh unsur meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan.

Pihaknya mengajak seluruh ASN dan masyarakat membangun budaya siaga bencana. Informasi cuaca dan peringatan dini perlu menjadi perhatian dalam menentukan langkah pencegahan.

Apel gabungan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat koordinasi antarlembaga. Pencegahan kebakaran dan penanganan kekeringan membutuhkan keterlibatan pemerintah, petugas, serta masyarakat.

Kamiluddin menutup amanatnya dengan pesan agar seluruh jajaran tidak lengah menghadapi potensi bencana di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

“Kita harus terus mencegah dan meningkatkan kesiapsiagaan. Salam tangguh, salam kemanusiaan,” pungkas Kamiluddin, SPdi, M.AP.

Penulis : Mas'udi

Editor : Slamet Bae

Sumber Berita: Okedaily Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi
Wabup KH. Imam Hasyim Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Santri Entrepreneur 2026
Perpusling Dispusip Hadir di Pekan Literasi Krida Paparika SMAN 1 Sumenep
Musrenbangdes 15 Desa di Dasuk Tuntas, Kemiskinan hingga Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:57 WIB

FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi

Berita Terbaru