Kain Perca Jadi Ladang Rupiah, TP-PKK Sumenep Sulap Limbah Menjadi Peluang Ekonomi Keluarga

- Editorial Team

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kain Perca Jadi Ladang Rupiah, TP-PKK Sumenep Sulap Limbah Menjadi Peluang Ekonomi Keluarga

Kain Perca Jadi Ladang Rupiah, TP-PKK Sumenep Sulap Limbah Menjadi Peluang Ekonomi Keluarga

OkeDailyJatim – Jangan buru-buru membuang kain perca yang menumpuk di sudut rumah. Di tangan kreatif, potongan kain yang dianggap tidak bernilai itu justru dapat berubah menjadi produk bernilai jual sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga.

Semangat itulah yang kini didorong TP-PKK Kabupaten Sumenep melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kain Perca di Aula Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja Pokja III TP-PKK Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2026. Tidak sekadar mengajarkan keterampilan, pelatihan ini membawa pesan penting tentang kreativitas, kemandirian ekonomi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua TP-PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, menilai kain perca memiliki potensi yang kerap luput dari perhatian. Limbah kain dapat diolah menjadi berbagai produk kreatif selama masyarakat memiliki kemauan untuk berinovasi.

“Kain perca bukan sekadar limbah. Dengan kreativitas, sisa kain dapat diubah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi bagi keluarga.” kata Nia Kurnia Fauzi.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Seremoni, Maulid Nabi di BPBD Sumenep Jadi Momentum Perkuat Pengabdian

Menurut Nia, keterampilan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal membangun kegiatan produktif dari rumah. Terlebih, kebutuhan masyarakat terhadap produk kreatif terus berkembang dan membuka ruang bagi pelaku usaha rumahan.

Karena itu, peserta pelatihan tidak hanya diarahkan mampu mengolah kain perca. Mereka juga didorong untuk melihat hasil kreativitas sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan secara konsisten.

“Saya berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan. Jadikan ini peluang usaha dan terus kembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.” ujarnya.

Bagi TP-PKK Sumenep, mengolah kain perca juga memiliki nilai lebih dari sekadar menghasilkan produk. Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah kebiasaan masyarakat dalam memandang limbah rumah tangga.

Kain yang sebelumnya berakhir sebagai sampah dapat diberi nilai tambah. Dari bahan sederhana, lahir kreativitas yang berpotensi menghasilkan produk sekaligus mengurangi limbah di lingkungan keluarga.

Baca Juga:  PAUD Simekar Jelajah Pasar Anom, Anak-anak Belajar Transaksi dan Bersosialisasi

Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta pelatihan. Kader PKK didorong menjadi penggerak agar keterampilan pemanfaatan kain perca dapat ditularkan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungannya.

“Kita ingin kader menjadi penggerak. Dari hal sederhana seperti kain perca, bisa lahir kreativitas, kemandirian, dan tambahan penghasilan bagi keluarga.” tegas istri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo itu.

Lebih lanjut Nia menambahkan pemberdayaan ekonomi keluarga tidak selalu harus dimulai dari modal besar. Potensi yang ada di sekitar rumah pun dapat menjadi sumber produktivitas apabila dikelola dengan kreativitas dan kemauan untuk belajar.

Pandangan terhadap limbah pun perlu diubah. Sesuatu yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat memiliki nilai ketika disentuh dengan ide, keterampilan, dan inovasi.

“Mari kita ubah cara pandang terhadap limbah. Sesuatu yang dianggap tidak berguna bisa menjadi sumber manfaat jika kita kelola dengan kreativitas.” pungkasnya.

Baca Juga:  Jelang Pilkades 2027, Bakesbangpol Sumenep Pasang Radar Dini Hadapi Gejolak Politik

Melalui pelatihan pemanfaatan limbah kain perca, TP-PKK Kabupaten Sumenep ingin membangun kesadaran bahwa kreativitas keluarga dapat menjadi kekuatan ekonomi. Kader tidak hanya menjadi penerima pelatihan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat.

Jika dikembangkan secara berkelanjutan, pemanfaatan kain perca dapat membuka ruang bagi tumbuhnya usaha rumahan. Produk kreatif yang lahir dari bahan sederhana berpeluang menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Pada akhirnya, kain perca bukan lagi sekadar potongan kain yang tersisa setelah proses produksi atau jahitan. Di tangan orang-orang kreatif, limbah tersebut dapat menemukan kehidupan baru sekaligus membuka pintu menuju kemandirian ekonomi keluarga.

Semangat TP-PKK Sumenep pun sederhana, tetapi berdampak besar: mengubah yang tersisa menjadi bernilai, mengolah limbah menjadi karya, dan menjadikan kreativitas sebagai jalan menuju keluarga yang lebih produktif dan mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi
Wabup KH. Imam Hasyim Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Santri Entrepreneur 2026

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Berita Terbaru