Peran Sentral di Muktamar NU

- Editorial Team

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahrus Ali Wartawan Sumenep

Mahrus Ali Wartawan Sumenep

Catatan Mahrus Ali

OkeDailyJatim – Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya sebatas pergantian pengurus atau pemilihan ketua. Lebih dari itu, Muktamar NU menjadi ruang penting untuk membahas berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, hingga masa depan organisasi.

Kembali melihat dinamika Muktamar NU yang luar biasa, saya teringat ketika pertama kali mengikuti Muktamar NU pada 2015 di Jombang. Saat itu, Muktamar digelar di Alun-Alun Jombang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persaingan kala itu cukup luar biasa. Ada dua kekuatan besar yang menjadi perhatian, yakni kubu Gus Sholah dari Tebuireng dan KH Said Aqil Siradj.

Pada waktu itu, saya hanya mengenal beberapa nama yang cukup familiar, seperti Cak Imin dan Gus Ipul. Saya masih sebatas penikmat isu dan belum banyak memahami secara mendalam bagaimana dinamika internal NU berlangsung.

Baca Juga:  Detik One Apresiasi Pemkab Sumenep atas Suksesnya QRIS JJS Viral 2026 di Kepulauan Sapudi

Ketika KH Said Aqil Siradj terpilih, muncul berbagai penolakan dari sejumlah pihak yang menilai proses pemilihannya bermasalah secara hukum.

Saya sendiri lebih banyak mengikuti perkembangan tersebut melalui pemberitaan media karena saat itu saya berada di Pesantren Tebuireng. Banyak media juga menjadikan Tebuireng sebagai salah satu pusat liputan.

Dalam pikiran saya kala itu, persoalan tersebut akan berlangsung panjang. Bahkan, muncul kekhawatiran bahwa penolakan terhadap hasil Muktamar oleh kubu Gus Sholah akan berujung pada Muktamar tandingan dan konflik berkepanjangan.

Namun, NU ternyata memiliki cara sendiri dalam menyelesaikan berbagai dinamika.

Benar kata orang, NU itu menarik. Setiap gelaran Muktamar hampir selalu diwarnai dinamika yang luar biasa. Tetapi, seiring berjalannya waktu, berbagai persoalan itu pada akhirnya dapat diselesaikan tanpa meninggalkan konflik berkepanjangan.

Baca Juga:  Siswa MIN 1 Sumenep Borong Juara, Hari Anak Nasional Jadi Panggung Prestasi Madrasah

Bahkan, saya pernah mendengar ungkapan sederhana: kalau Muktamar NU tidak ramai, bukan NU namanya.

Kini, Muktamar NU kembali digelar di Jombang dengan segala dinamikanya. Ada perdebatan, perbedaan pandangan, hingga munculnya berbagai nama yang menjadi perhatian publik.

Menurut saya, semua itu merupakan bagian dari dinamika organisasi. Seperti pengalaman sebelumnya, persoalan yang muncul dalam Muktamar pada akhirnya akan menemukan jalan penyelesaiannya seiring berjalannya waktu.

Yang menarik dari Muktamar kali ini adalah munculnya sejumlah nama yang sebenarnya sudah tidak asing dalam percaturan NU, seperti Gus Ipul, Cak Imin, dan Nusron Wahid.

Namun, ada satu hal yang membuat dinamika kali ini terasa berbeda. Mereka bukan hanya dikenal sebagai tokoh NU, tetapi juga berada di lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:  Naghfir's Institute Perkuat Gerakan Antikorupsi, GMPK Sumenep Disiapkan Jadi Motor Pengawasan Publik

Di sinilah peran sentral NU menjadi semakin menarik untuk dicermati.

NU memiliki basis massa yang besar, struktur organisasi yang luas, serta pengaruh sosial-keagamaan yang kuat. Karena itu, dinamika yang terjadi di dalam Muktamar NU tidak hanya menarik bagi warga NU, tetapi juga memiliki relevansi dengan kehidupan kebangsaan.

Muktamar NU pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Lebih jauh dari itu, Muktamar adalah momentum untuk memastikan bahwa NU tetap menjadi rumah besar bagi perbedaan, tempat bertemunya gagasan.

Salah satu kekuatan penting dalam menjaga kehidupan keumatan dan kebangsaan. Dan seperti biasa, NU akan selalu punya cerita dalam setiap Muktamarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Opgab Skala Besar Kepatuhan PKB, Kadisperkimhub Sumenep Soroti Kelayakan Kendaraan dan Keselamatan Jalan
Bukan Sekadar Razia, Opgab di Sumenep Sasar Kepatuhan Pajak Kendaraan, Pejabat Ikut Turun ke Jalan
APRI-IPARI Sumenep Bekali 102 Remaja Kesiapan Berumah Tangga di Hari Santri 2026
Pisah Sambut Kepala KUPP Sapudi, Rahmat Rahim Resmi Gantikan Hendro Cahyono
Pesan Tegas Dandim Sumenep untuk Kadet Unhan: Disiplin, Berintegritas dan Peduli Sesama
Iming-iming Surga dan Umur Panjang, FA Diduga Raup Rp1,3 Miliar dari Pengikut
Bahunya Kompak, Api Ditaklukkan! Damkar Sumenep dan Yonif TP 931 Turun Bersama
Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Yonif TP 931/KJ Gelar Karya Bakti di Masjid Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Opgab Skala Besar Kepatuhan PKB, Kadisperkimhub Sumenep Soroti Kelayakan Kendaraan dan Keselamatan Jalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Bukan Sekadar Razia, Opgab di Sumenep Sasar Kepatuhan Pajak Kendaraan, Pejabat Ikut Turun ke Jalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:33 WIB

APRI-IPARI Sumenep Bekali 102 Remaja Kesiapan Berumah Tangga di Hari Santri 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Pisah Sambut Kepala KUPP Sapudi, Rahmat Rahim Resmi Gantikan Hendro Cahyono

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Pesan Tegas Dandim Sumenep untuk Kadet Unhan: Disiplin, Berintegritas dan Peduli Sesama

Berita Terbaru