OkeDailyJatim – Madura Culture Festival (MCF) 2026 dijadwalkan dibuka pada Rabu (26/8/2026) di GOR A Yani Pangligur, Sumenep. Festival ini direncanakan dibuka langsung Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH.
MCF 2026 menjadi salah satu agenda yang menghadirkan beragam potensi daerah. Kegiatan ini akan diikuti stan perwakilan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, BUMN, kecamatan, swasta, serta berbagai unsur lainnya.
Kehadiran berbagai stan tersebut membuat MCF 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi budaya Madura. Festival ini juga menjadi sarana masyarakat mengenal berbagai program, layanan publik, produk unggulan, serta potensi ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu peserta yang turut berpartisipasi adalah RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep. Rumah sakit daerah ini menghadirkan stan pelayanan dengan sejumlah fasilitas kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Stan RSUDMA dijadwalkan melayani masyarakat mulai 26 Agustus hingga 4 September 2026. Pengunjung dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi dokter spesialis, hingga layanan fisioterapi secara gratis.
Kehadiran RSUDMA di MCF 2026 menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Warga bisa menikmati festival sekaligus memeriksa kondisi kesehatan tanpa dipungut biaya.
Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes., mengatakan pihaknya ingin masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari kehadiran RSUDMA selama festival berlangsung.
“Kami ingin setiap warga yang datang menikmati MCF juga mendapatkan manfaat kesehatan yang nyata melalui layanan gratis RSUDMA,” kata Erliyati, Rabu (26/08/2026).
Selain layanan kesehatan, stan RSUDMA juga menyiapkan Pojok MJKN, permainan berhadiah, hiburan budaya, serta undian digital doorprize. Berbagai kegiatan itu dikemas agar pelayanan publik terasa lebih dekat dengan masyarakat.
RSUDMA juga menyediakan sembako gratis setiap hari. Pengunjung berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik, mulai kulkas, sepeda, mesin cuci, hingga hadiah lainnya.
Hj. Erliyati menjelaskan, kehadiran RSUDMA tidak sekadar memberikan layanan kesehatan. Stan tersebut juga menjadi ruang edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.
“Stan RSUDMA kami hadirkan sebagai ruang pelayanan dan edukasi agar masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan sangat penting,” ujarnya.
Masyarakat Sumenep dan pengunjung dari luar daerah yang hadir di MCF 2026 diajak memanfaatkan layanan kesehatan tersebut. Pengunjung dapat langsung mendatangi stan RSUDMA selama kegiatan berlangsung.
Pemeriksaan kesehatan sejak dini dinilai penting untuk mengetahui kondisi tubuh. Karena itu, RSUDMA membuka akses layanan secara gratis agar masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.
RSUDMA juga mengemas pelayanan dengan suasana yang ramah dan interaktif. Cara ini diharapkan membuat masyarakat lebih nyaman saat berkonsultasi maupun memperoleh informasi kesehatan.
“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan RSUDMA. Karena itu, pelayanan kesehatan kami hadirkan dengan suasana yang ramah dan mudah diakses,” ungkap Hj. Erli sapaan akrabnya.
Partisipasi RSUDMA dalam MCF 2026 sekaligus memperkuat komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan publik. Kehadiran stan tersebut diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sumenep.
Erliyati mengajak masyarakat datang bersama keluarga dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan. Selain menikmati budaya Madura, pengunjung dapat menjaga kesehatan sekaligus mengikuti berbagai kegiatan berhadiah.
“Mari ajak keluarga dan teman untuk mampir ke stan RSUDMA. Nikmati MCF sekaligus manfaatkan layanan kesehatan gratis yang kami siapkan,” pungkasnya.
MCF 2026 diharapkan menjadi momentum memperkenalkan kekayaan budaya Madura sekaligus mempertemukan masyarakat dengan berbagai layanan dan potensi daerah.
Dengan keterlibatan OPD, BUMD, BUMN, perwakilan kecamatan, swasta, dan berbagai unsur lainnya, MCF 2026 diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat promosi potensi Kabupaten Sumenep.










