SUMENEP, OkeDailyJatim –Membangun generasi muda tidak cukup hanya melalui nasihat. Mereka membutuhkan ruang untuk berkarya, berkumpul, sekaligus menyalurkan energi ke dalam kegiatan positif dan bernilai keagamaan.
Semangat itu diwujudkan Imam Syafi’i Peduli melalui bantuan alat hadroh kepada generasi muda Musala Ar-Rahman, RT 3/RW 4, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.
Musala Ar-Rahman yang berada di kawasan sekitar Hutan Pamolokan tersebut kini diharapkan memiliki wadah baru bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat kegiatan keagamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan alat hadroh ini bukan sekadar pemberian sarana kesenian. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar memiliki aktivitas positif dan tidak mudah terpengaruh berbagai hal negatif.
Imam Syafi’i SH mengatakan, generasi muda perlu mendapatkan perhatian dan ruang yang cukup untuk mengembangkan potensi.
Salah satunya melalui kegiatan keagamaan yang dikemas secara kreatif dan dekat dengan kehidupan anak muda.
Imam Syafi’i juga aktif sebagai Ketua PSN Perisai Putih, sebuah organisasi yang bergerak dalam pembinaan seni bela diri dan pengembangan karakter generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda memiliki kegiatan yang positif. Bantuan alat hadroh ini bukan hanya soal alat musik, tetapi bagaimana generasi muda mempunyai wadah untuk berkegiatan, berkumpul, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan,” kata Imam Syafi’i SH, Sabtu (8/6/2026).
Di luar aktivitas tersebut, Imam Syafi’i juga dipercaya sebagai Ketua KORMI Kabupaten Sumenep.
Peran itu turut memperkuat kepeduliannya terhadap kegiatan masyarakat, khususnya aktivitas yang dapat menjadi ruang kreativitas dan kebersamaan.
Menurut Imam Syafi’i, seni hadroh memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar hiburan.
Kegiatan tersebut dapat menjadi media membangun kebersamaan, menumbuhkan kecintaan terhadap syiar Islam, sekaligus mendorong pemuda aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Karena itu, keberadaan kelompok hadroh di Musala Ar-Rahman diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Para pemuda diharapkan mampu merawat sekaligus mengembangkan kegiatan tersebut secara berkelanjutan.
“Kami berharap hadroh ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan berhenti pada bantuan alat, tetapi terus dikembangkan menjadi kegiatan rutin yang dapat membentuk karakter dan mempererat silaturahmi antarpemuda,” ujarnya.
Selain aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi masyarakat, Imam Syafi’i juga merupakan Pegawai Perhutani Sumenep.
Aktivitas tersebut membuatnya memiliki perhatian terhadap lingkungan masyarakat di sekitar kawasan hutan, termasuk generasi muda yang tinggal di wilayah Pamolokan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga seni dan kebudayaan Islam agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Generasi muda tidak hanya diajak mengenal nilai-nilai agama, tetapi juga diberi kesempatan menjadi bagian dari pelestarian seni keislaman melalui kegiatan hadroh.
Imam Syafi’i menilai, menciptakan lingkungan yang sehat bagi generasi muda merupakan tanggung jawab bersama.
Keluarga, tokoh masyarakat, pengurus musala, dan berbagai elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menyediakan ruang tumbuh yang positif.
“Harapan kami, dari Musala Ar-Rahman ini lahir generasi muda yang religius, kompak, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Mari kita jaga anak-anak muda kita dengan memberikan kegiatan yang positif dan bermanfaat,” tegas Imam Syafi’i.
Bantuan alat hadroh tersebut diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih besar di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.
Bukan sekadar membentuk kelompok seni, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan ruang kebersamaan yang memperkuat hubungan sosial sekaligus kehidupan keagamaan masyarakat.
Di balik suara rebana dan lantunan pujian kepada Nabi, tersimpan harapan besar agar generasi muda memiliki arah positif dalam menatap masa depan.
Hadroh pun diharapkan bukan sekadar suara yang menggema dari Musala Ar-Rahman.
Lebih dari itu, hadroh menjadi simbol kebersamaan, sarana syiar Islam, ruang kreativitas, sekaligus ikhtiar membangun karakter generasi muda Desa Pamolokan.
“Melalui langkah ini kami berharap bantuan yang diberikan dapat dirawat, dimanfaatkan, dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi para pemuda serta masyarakat sekitar,” pungkasnya.










