Harga Impas Tembakau Sumenep 2026 Resmi Naik, Bupati Fauzi Optimistis Pendapatan Petani Makin Menguat

- Editorial Team

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH di Acara Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) 2026 di Ruang Adirasa Pemkab Sumenep, Kamis  (30/07/2026)

Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH di Acara Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) 2026 di Ruang Adirasa Pemkab Sumenep, Kamis (30/07/2026)

SUMENEP, OkeDailyJatim – Kabar baik datang bagi ribuan petani tembakau di Kabupaten Sumenep. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi menetapkan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) 2026 dengan kenaikan pada seluruh jenis tembakau. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat keberpihakan pemerintah daerah terhadap petani sekaligus menjaga keberlanjutan industri tembakau yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat.

Penetapan TIHT dilakukan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah, perwakilan petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Hasilnya, harga impas tembakau gunung, tegal, hingga sawah mengalami kenaikan dibandingkan musim tanam tahun sebelumnya.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH mengatakan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar penetapan angka, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada petani sebagai ujung tombak sektor pertembakauan.

“Harga titik impas ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada petani. Kami ingin seluruh pihak menjadikan petani sebagai prioritas, karena mereka adalah pejuang yang menjaga roda perekonomian daerah tetap bergerak,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan sektor tembakau tidak hanya berdampak pada kesejahteraan petani, tetapi juga ikut menopang pertumbuhan industri rokok lokal yang selama beberapa tahun terakhir terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Kami terus mendorong berkembangnya industri rokok lokal. Ketika industrinya semakin kuat, kebutuhan bahan baku tembakau otomatis meningkat. Dampaknya, persaingan membeli tembakau akan semakin sehat dan harga di tingkat petani berpeluang berada di atas harga impas yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Sosok orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep juga optimistis musim panen tembakau tahun 2026 akan memberikan keuntungan lebih besar bagi petani. Pasalnya, luas tanam tahun ini diperkirakan hanya sekitar 12 ribu hektare, lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya, sementara kebutuhan industri terhadap tembakau tetap tinggi.

“Dengan luas tanam yang lebih sedikit dan permintaan industri yang tetap besar, saya yakin akan terjadi persaingan dalam menyerap hasil panen petani. Kondisi ini tentu menjadi peluang agar harga jual tembakau semakin baik,” tegas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid, SE, MSi menjelaskan bahwa seluruh besaran TIHT ditetapkan berdasarkan hasil penghitungan komprehensif terhadap biaya produksi dan berbagai komponen usaha tani yang telah dibahas bersama seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Dermaga Dinilai Jadi Kunci Dongkrak PAD, Kepala UPTD Terminal Sumenep Ajukan Usulan Strategis

“Penetapan harga impas dilakukan melalui proses penghitungan yang objektif dan melibatkan berbagai unsur. Hasilnya diharapkan menjadi acuan bagi petani maupun pelaku usaha dalam menjalankan tata niaga tembakau pada musim panen 2026,” ujar Chainur.

Baca Juga:  4 Kursi Strategis Pemkab Sumenep Diperebutkan Puluhan ASN, Bupati Fauzi Tunggu Rekomendasi BKN

Berdasarkan keputusan tersebut, TIHT tembakau gunung ditetapkan sebesar Rp69.489 per kilogram, naik sekitar 2,30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tembakau tegal, harga impas ditetapkan Rp64.765 per kilogram atau meningkat sekitar 2,61 persen.

Sementara itu, tembakau sawah menjadi jenis yang mengalami kenaikan tertinggi. Pemerintah menetapkan harga impas sebesar Rp48.533 per kilogram, meningkat sekitar 5,08 persen dibandingkan musim panen 2025.

“Kenaikan harga impas ini diharapkan mampu memperkuat posisi tawar petani tembakau Sumenep di tengah tingginya kebutuhan industri terhadap bahan baku berkualitas” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep juga optimistis kebijakan tersebut akan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas perdagangan tembakau sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani pada musim panen 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Meriahnya Karnaval PAUD Sumenep, Nia Kurnia Fauzi Titipkan Pesan Penting bagi Masa Depan Anak
Dandim Sumenep Dorong Pelajar Jadi Pemimpin Tangguh Lewat Persami KKRI
Keris Sumenep Dibidik Tembus Pasar Nasional, Dandim Bawa Pesan Penting saat Buka Festmaraja
Opgab Skala Besar Kepatuhan PKB, Kadisperkimhub Sumenep Soroti Kelayakan Kendaraan dan Keselamatan Jalan
Bukan Sekadar Razia, Opgab di Sumenep Sasar Kepatuhan Pajak Kendaraan, Pejabat Ikut Turun ke Jalan
APRI-IPARI Sumenep Bekali 102 Remaja Kesiapan Berumah Tangga di Hari Santri 2026
Pisah Sambut Kepala KUPP Sapudi, Rahmat Rahim Resmi Gantikan Hendro Cahyono
Pesan Tegas Dandim Sumenep untuk Kadet Unhan: Disiplin, Berintegritas dan Peduli Sesama

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Di Balik Meriahnya Karnaval PAUD Sumenep, Nia Kurnia Fauzi Titipkan Pesan Penting bagi Masa Depan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Dandim Sumenep Dorong Pelajar Jadi Pemimpin Tangguh Lewat Persami KKRI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Keris Sumenep Dibidik Tembus Pasar Nasional, Dandim Bawa Pesan Penting saat Buka Festmaraja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Opgab Skala Besar Kepatuhan PKB, Kadisperkimhub Sumenep Soroti Kelayakan Kendaraan dan Keselamatan Jalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Bukan Sekadar Razia, Opgab di Sumenep Sasar Kepatuhan Pajak Kendaraan, Pejabat Ikut Turun ke Jalan

Berita Terbaru