SUMENEP, OkeDailyJatim – UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Sumenep atau Samsat Sumenep terus mengintensifkan berbagai strategi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Tak hanya fokus pada peningkatan pelayanan, Samsat Sumenep juga menanamkan budaya sadar pajak kepada generasi muda sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui evaluasi program secara berkala, peningkatan kualitas pelayanan, serta pelaksanaan program Samsat Ka Sakola yang menyasar pelajar SMP, SMA, SMK, madrasah, pondok pesantren hingga mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono, SH., MH., mengatakan seluruh program yang dijalankan terus dipantau agar memberikan hasil nyata terhadap peningkatan penerimaan daerah.
“Kami terus melakukan evaluasi terhadap setiap program yang dijalankan. Tujuannya agar setiap langkah yang kami lakukan benar-benar efektif, mampu menjawab berbagai kendala di lapangan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumenep,” kata Samtiono SH MH kepada media ini, Selasa (28/07/2026)
Menurutnya, peningkatan PAD tidak hanya bergantung pada pelayanan administrasi perpajakan yang cepat dan mudah. Yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran masyarakat mengenai arti penting membayar pajak kendaraan bermotor.
Melalui program Samsat Ka Sakola, pihaknya memberikan edukasi langsung kepada kalangan pelajar mengenai fungsi pajak sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah.
“Kami ingin membangun karakter generasi muda yang sadar pajak sejak usia sekolah. Edukasi ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan tanggung jawab sebagai warga negara bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik,” jelasnya.
Ia menegaskan, strategi edukasi tersebut diyakini akan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak di masa mendatang. Semakin tinggi tingkat kesadaran masyarakat, semakin besar pula potensi peningkatan PAD yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Sumenep.
Ia optimistis sinergi antara pelayanan yang semakin modern, pendekatan edukatif, serta dukungan seluruh elemen masyarakat akan membawa dampak positif terhadap penerimaan daerah.
“Komitmen kami adalah terus menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Di saat yang sama, kami akan terus memperluas edukasi agar kesadaran membayar pajak tumbuh menjadi budaya bersama. Dengan begitu, PAD Kabupaten Sumenep akan semakin kuat dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Samtiono SH, MH.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Samsat Sumenep berharap tingkat kepatuhan wajib pajak terus meningkat dari tahun ke tahun. Optimalisasi penerimaan PKB dan BBNKB diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sumenep.










