SUMENEP, OkeDailyJatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai mengakselerasi langkah strategis untuk menghidupkan kembali denyut perdagangan sapi yang menjadi salah satu penyangga utama perekonomian masyarakat pedesaan. Melalui UPTD Pasar Diskop UKM dan Perindag, pemerintah bergerak langsung ke lapangan guna memastikan pasar ternak kembali ramai dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali tumbuh.
Kepala UPTD Pasar Diskop UKM dan Perindag Kabupaten Sumenep, Subaidi, SH, bersama jajaran pengelola pasar melakukan kunjungan ke Pasar Sapi Lenteng sebagai titik awal sosialisasi kepada para pedagang. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan pemerintah daerah untuk mengaktifkan kembali tiga pasar sapi, yakni Pasar Sapi Dasuk, Gapura, dan Rubaru, sehingga distribusi perdagangan ternak tidak lagi terpusat di satu lokasi.
Dalam dialog bersama pedagang, pemerintah menyerap berbagai masukan sekaligus memetakan kebutuhan di lapangan agar proses reaktivasi pasar berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi para peternak maupun pelaku usaha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami turun langsung untuk mendengar suara para pedagang. Sosialisasi ini menjadi langkah awal sebelum mengaktifkan kembali Pasar Sapi Dasuk, Gapura, dan Rubaru. Harapan kami, aktivitas perdagangan sapi semakin merata dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di setiap wilayah,” kata Subaidi disela kunjungannya di Pasar Lenteng, Minggu (26/07/2026).
Menurutnya, keberadaan pasar sapi bukan sekadar tempat transaksi jual beli ternak, tetapi juga menjadi simpul ekonomi yang menghubungkan peternak, pedagang, hingga sektor usaha lainnya. Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap agar pasar rakyat kembali menjadi pusat kegiatan ekonomi yang produktif.
“Kami ingin menghadirkan pasar yang aman, tertib, nyaman, dan memiliki aktivitas perdagangan yang sehat. Dengan pelayanan yang semakin baik, kepercayaan pedagang maupun pembeli akan kembali tumbuh sehingga transaksi dapat meningkat,” ujarnya.
Subaidi menambahkan, keberhasilan menghidupkan kembali pasar sapi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pedagang, peternak hingga pengelola pasar. Sinergi tersebut diyakini mampu mempercepat kebangkitan ekonomi berbasis peternakan di Kabupaten Sumenep.
“Kami optimistis, jika semua pihak berjalan bersama, Pasar Sapi Lenteng, Dasuk, Gapura, dan Rubaru akan kembali menjadi pusat perdagangan ternak yang hidup, memberikan nilai tambah bagi peternak, meningkatkan pendapatan pedagang, serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sumenep,” tutup Kepala UPTD Pasar, Subaidi, SH.
Melalui langkah jemput bola tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem perdagangan ternak. Reaktivasi pasar sapi di berbagai kecamatan diharapkan mampu memperluas akses transaksi, memperlancar distribusi ternak, serta menciptakan perputaran ekonomi yang lebih merata sehingga pasar rakyat kembali menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah.










