OkeDailyJatim – Sebanyak 328 warga Kabupaten Sumenep menerima bantuan Program Kewirausahaan Inklusif dan Produktif (KIP) Jawara yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Ki Hajar Dewantara, Kabupaten Sumenep. Bantuan tersebut menyasar penerima manfaat dari kelompok desil 3 sampai 5.
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, SE., MM., mengatakan bantuan tersebut dirancang untuk mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri secara ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bantuan KIP Jawara ini diharapkan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan,” kata Kadinsos P3A Dr. R. Abd. Rahman Riadi.
Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan senilai Rp3 juta. Dana tersebut diarahkan untuk membeli peralatan atau kebutuhan usaha yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
Dr. Rahman menegaskan, penerima manfaat perlu menggunakan bantuan sesuai tujuan program. Bantuan tersebut bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

“Rp3 juta ini harus digunakan untuk membeli alat yang menunjang kegiatan ekonomi dan bisa dipakai dalam jangka panjang, bukan untuk kebutuhan konsumtif,” tegasnya.
Menurut dia, bantuan pemerintah harus mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih panjang bagi keluarga penerima. Karena itu, masyarakat diminta mengelola bantuan secara bijak.
“Jangan sampai bantuan digunakan untuk membeli beras, minyak goreng, televisi, apalagi untuk judi online. Manfaatkan bantuan ini sebagai modal untuk memperkuat usaha,” ujar Dr. R. Abd. Rahman Riadi.
Pihaknya juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan pemotongan terhadap bantuan yang diterima masyarakat. Ia ingin manfaat program tersebut dirasakan secara utuh oleh penerima.
“Saya berpesan, tidak boleh ada potongan dalam bantuan ini. Bantuan harus diterima secara utuh sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.















