OkeDailyJatim – Satlantas Polresta Sumenep bersama lintas instansi memperkuat langkah menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Upaya itu dibahas melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) di Ruang Rapat Satpas SIM, Selasa (6/10/2026).
Forum LLAJ tersebut melibatkan Dinas Bina Marga Provinsi, Dinas PUTR, Dishub Sumenep, Jasa Raharja dan Bapenda Sumenep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah persoalan lalu lintas menjadi perhatian. Mulai dari balap liar, parkir sembarangan hingga kendaraan besar yang masuk kawasan perkotaan.
Kasat Lantas Polresta Sumenep Kompol Eko Apriyanto memimpin pembahasan bersama instansi terkait untuk mencari langkah penanganan.
“Forum LLAJ ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat koordinasi dalam menciptakan Kamseltibcarlantas di Sumenep.” kata Kompol Eko Aprianto disela kegiatan.
Salah satu langkah yang dibahas ialah pemasangan pita kejut di Jalan Diponegoro dan kawasan Lingkar Barat Sumenep.
Pita kejut tersebut direncanakan sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap aktivitas balap liar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Selain itu, parkir kendaraan yang tidak pada tempatnya turut menjadi sorotan karena dapat mengganggu kelancaran aktivitas pengguna jalan.
“Penanganan persoalan lalu lintas harus dilakukan secara terpadu melalui sinergi seluruh instansi yang memiliki kewenangan.” ujarnya.
Forum LLAJ juga membahas kolaborasi untuk memberikan imbauan kepada masyarakat sebagai langkah menekan potensi kecelakaan lalu lintas.
Jasa Raharja turut dilibatkan dalam kolaborasi tersebut, khususnya dalam upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan berkendara.
Agenda lain yang dibahas adalah rencana penerapan jalan satu arah di Jalan Lontar, Desa Pangarangan, Kabupaten Sumenep.
Rencana tersebut menjadi bagian dari pembahasan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran arus kendaraan di kawasan tersebut.
“Kami mendorong langkah yang terukur agar pengaturan lalu lintas dapat memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat.” tegas Kompol Eko Aprianto.
Persoalan kendaraan besar juga masuk dalam agenda Forum LLAJ, terutama truk yang tidak sesuai ketentuan ketika memasuki kawasan Kota Sumenep.
Penertiban akan menjadi bagian dari upaya bersama agar aktivitas kendaraan berat tidak mengganggu kelancaran lalu lintas kawasan perkotaan.
Langkah tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menangani berbagai persoalan lalu lintas yang berkembang di wilayah Sumenep.
“Sinergi ini kami harapkan mampu meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran masyarakat saat berkendara.” pungkasnya.
Forum LLAJ berlangsung aman, tertib dan lancar. Seluruh pihak yang hadir membahas langkah penanganan secara bersama.
Satlantas Polresta Sumenep terus mendorong pendekatan kolaboratif agar pengelolaan lalu lintas semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah itu sekaligus memperkuat komitmen menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar dan mengutamakan keselamatan pengguna jalan.















