OkeDailyJatim – Suasana khidmat mewarnai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ponpes Al-Uswah Putra, Desa Lalangon, Kecamatan Manding, Sumenep, Senin (17/8/2026). Merah Putih berkibar di tengah semangat persatuan warga bersama masyarakat.
Sebanyak 150 peserta mengikuti upacara mulai pukul 06.40 hingga 07.10 WIB. Santri, pengasuh, pengajar, aparat, dan unsur pemerintahan hadir bersama mengikuti peringatan kemerdekaan dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat dalam suasana yang hangat.
Kapolsek Manding AKP Fathor Rahman, S.H., bertindak sebagai inspektur upacara. Pengibaran bendera Merah Putih dilakukan tiga santri putri, Khonsa, Dila, dan Kamilah, dalam suasana penuh penghormatan dan kebanggaan. Dengan tertib, dalam suasana damai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perhatian peserta tertuju pada kehadiran sejumlah mantan narapidana terorisme atau eks napiter. Mereka mengikuti upacara bersama santri dan pengasuh, menunjukkan ruang kebangsaan yang terbuka dalam momentum kemerdekaan Indonesia. Dalam suasana damai.
Beberapa eks napiter yang hadir antara lain S.A.K., S.A.G., dan N.H. Sejumlah mantan anggota Jamaah Islamiyah juga mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari momentum kebersamaan dan penghormatan terhadap kemerdekaan Indonesia, dalam semangat persatuan bangsa.
Upacara turut dihadiri Kasitartib Kecamatan Manding Abdus Salam yang mewakili Camat Manding dan Serka Eko Erliyanto mewakili Danramil Manding. Unsur pemerintahan dan keamanan hadir memastikan kegiatan berjalan aman dengan tertib, bersama masyarakat.
Ps. Kanit IV Satintelkam Polres Sumenep Aiptu M. Zirulla, S.H., turut hadir. Pimpinan Ponpes Al-Uswah Ust. Seno Abu Khair, S.Pd., M.Pd., mengikuti kegiatan bersama pengasuh dan kepala madrasah dengan penuh khidmat, dengan tertib dan dalam suasana damai.
Rangkaian upacara meliputi penghormatan, pengibaran bendera, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Proklamasi, dan UUD 1945. Naskah Proklamasi dibacakan Alim Fadhlur Rahman, sedangkan UUD 1945 oleh Ust. Ulul, dengan tertib demi persatuan bangsa.
Doa dipimpin Ust. Saif sebelum upacara ditutup dengan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara. Seluruh pasukan kemudian memberikan penghormatan dan meninggalkan lapangan dengan tertib hingga kegiatan selesai secara aman dan tertib.
Kehadiran eks napiter memberi warna tersendiri pada peringatan HUT ke-81 RI di Manding. Momentum ini menunjukkan bahwa kegiatan kebangsaan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat persatuan dan cinta Tanah Air dengan tertib dalam suasana damai.
Abd. Kadir Jailani, S.E., M.Si., Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Sumenep, hadir menyaksikan langsung upacara. Ia menilai kemerdekaan harus menjadi ruang bersama bagi seluruh masyarakat, dengan tertib dan penuh kebersamaan.
“Kehadiran eks napiter dalam kegiatan kebangsaan menunjukkan bahwa semangat persatuan harus terus dibangun. Mereka tetap bagian dari masyarakat dan memiliki ruang untuk berkontribusi bagi bangsa serta menjaga kebersamaan dalam semangat kemerdekaan,” kata Abd. Kadir usai kegiatan.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa membangun hubungan sosial membutuhkan ruang interaksi yang positif. Menurutnya, kegiatan kebangsaan dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkan komunikasi, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap Indonesia dalam kehidupan masyarakat.
“Kegiatan kebangsaan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan rasa memiliki terhadap bangsa. Semangat kemerdekaan harus dirasakan seluruh masyarakat, dengan persatuan, toleransi, cinta Tanah Air, dan komitmen pada NKRI.” Di lingkungan pesantren,” pungkasnya.










