OkeDailyJatim – Setelah penantian panjang yang penuh kecemasan, keluarga Sutila akhirnya dapat menyambut kepulangan jenazah perempuan berusia 48 tahun tersebut ke rumah duka di Dusun Daja, Desa Jelbudan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.
Sutila merupakan salah satu korban meninggal dalam musibah Kapal Virgo rute Surabaya-Banjarmasin yang mengalami kecelakaan di perairan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep.
Jenazah Sutila tiba di rumah duka pada Rabu (30/9/2026), setelah sebelumnya menjalani proses evakuasi dari Surabaya pada Selasa (29/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepulangan tersebut menjadi momen haru bagi keluarga. Penantian selama proses pencarian akhirnya terjawab ketika jenazah Sutila dapat dipulangkan ke kampung halaman untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari keluarga dan masyarakat.
Pemerintah Desa Jelbudan bersama Pemerintah Kecamatan Dasuk turut mendampingi proses penanganan di rumah duka. Koordinasi dilakukan dengan berbagai unsur agar seluruh proses berjalan dengan baik.
Kepala Desa Jelbudan menyampaikan duka cita sekaligus penghargaan kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian, evakuasi hingga pemulangan jenazah Sutila.
“Atas nama Pemerintah Desa Jelbudan dan keluarga, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu sampai jenazah Sutila bisa kembali ke rumah.” ujarnya.
Menurutnya, perhatian dan bantuan dari berbagai instansi menjadi penguat bagi keluarga di tengah suasana duka yang begitu mendalam.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian pemerintah dan seluruh petugas di lapangan. Bantuan, pendampingan dan koordinasi yang diberikan sangat berarti bagi keluarga Sutila dan masyarakat Desa Jelbudan.” kata Kades Jelbuden.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Pemerintah Kecamatan Dasuk. Sekretaris Kecamatan Dasuk, Moh. Kamarudin, S.Sos, yang mewakili Camat Dasuk, mengatakan proses penanganan korban dilakukan melalui koordinasi lintas sektor.
Sejumlah unsur dilibatkan dalam penanganan, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, TNI, BPBD, Dinas Sosial, BAZNAS, KPLP Kalianget, BNPB Provinsi Jawa Timur hingga Jasa Raharja.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja bersama dalam proses penanganan korban, khususnya sampai jenazah Sutila dapat dipulangkan ke rumah keluarganya di Desa Jelbudan.” kata Sekcam Kamaruddin kepada media ini.
Pihaknya menegaskan, Pemerintah Kecamatan Dasuk akan terus memberikan perhatian kepada keluarga korban bersama Pemerintah Desa Jelbudan dan pihak terkait.
“Kami tidak ingin keluarga menghadapi suasana duka ini sendirian. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dan seluruh unsur terkait akan terus melakukan koordinasi serta memberikan pendampingan sesuai kebutuhan keluarga.” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan musibah yang menimpa Sutila terjadi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat itu, Kapal Virgo yang melayani trayek Surabaya-Banjarmasin mengalami musibah di perairan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep.
Setelah kejadian, proses pencarian terhadap kapal dan para korban dilakukan oleh tim gabungan. Pencarian berlangsung selama 15 hari hingga akhirnya pada 28 September 2026 ditemukan titik terang terkait keberadaan kapal dan korban.
Jenazah Sutila kemudian dievakuasi menuju Surabaya pada 29 September 2026.
Sehari setelahnya, jenazah dipulangkan menuju kampung halaman dan tiba di rumah duka di Dusun Daja, RT 003/RW 001, Desa Jelbudan, Kecamatan Dasuk.
Di rumah duka, sejumlah unsur pemerintah dan lembaga terkait turut hadir untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Mereka di antaranya berasal dari BAZNAS, KPLP Kalianget, BNPB Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sumenep, Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Polsek Dasuk, Koramil Dasuk, Pemerintah Kecamatan Dasuk dan Jasa Raharja.
Dari Kecamatan Dasuk hadir Sekcam Moh. Kamarudin, S.Sos, bersama jajaran Trantib. Unsur TNI dan Polri juga melakukan koordinasi serta pengamanan selama proses penanganan di rumah duka.
Pemerintah Desa Jelbudan dan Pemerintah Kecamatan Dasuk kembali menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas, lembaga dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian selama proses penanganan musibah tersebut.
Bagi keluarga Sutila, kepulangan jenazah bukan sekadar berakhirnya perjalanan panjang proses pencarian. Momen itu menjadi kesempatan bagi keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir kepada orang tercinta di kampung halaman.
Sementara berdasarkan informasi awal, musibah Kapal Virgo diduga berkaitan dengan kebocoran lambung kapal yang terjadi dalam kondisi cuaca dengan ombak dan angin.
Hingga jenazah Sutila tiba di rumah duka, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali.
Pemerintah desa dan kecamatan berharap seluruh bantuan, perhatian serta kepedulian berbagai pihak dapat menjadi penguat bagi keluarga Sutila untuk melewati masa duka.
“Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” pungkas Sekcam Kamaruddin.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















