OkeDailyJatim – Gemerlap Bollywood mewarnai perayaan Sweet Model 32nd Anniversary di Lapangan Gotong Royong Sumenep, Sabtu (26/9/2026) malam. Sebanyak 40 model Jawa Timur tampil memukau.
Tak sekadar fashion show, perayaan tersebut memadukan fashion, hiburan, seni, dan budaya. Nuansa India berpadu dengan karakter Madura, menciptakan pertunjukan yang atraktif sekaligus sarat pesan kebudayaan.
Kehadiran guest star asal India, Ashish Thandani, turut memperkuat atmosfer Bollywood. Panggung Sweet Model pun menjadi ruang pertemuan kreativitas model, budaya lokal, dan hiburan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik kemeriahan itu, tersimpan perjalanan panjang Sweet Model yang telah melewati lebih dari tiga dekade. Sejak berdiri pada 1994, modeling diarahkan tetap membawa nilai kesopanan dan budaya.
Owner Sweet Model, Azam Khan, SH mengatakan nama Sweet Model lahir dari gagasan menghadirkan dunia modeling yang tetap memiliki karakter santun. Fashion tidak hanya soal penampilan, tetapi juga nilai.
“Sweet itu berarti manis. Saya ingin anak-anak yang menyukai modeling tetap tampil dengan konteks kesopanan, sehingga fashion tetap memiliki nilai dan tidak meninggalkan budaya,” kata Azham Khan disela kegiatan.
Menurut dia, perjalanan fashion di Madura juga memiliki kaitan dengan sejarah interaksi budaya yang panjang. Pengaruh India hadir melalui hubungan perdagangan, agama, hingga pertukaran budaya yang kemudian berbaur dengan tradisi lokal.
Perpaduan tersebut ikut membentuk perkembangan seni dan busana di Madura. Karena itu, menurut dia, fashion dapat menjadi media untuk memperkenalkan kembali identitas budaya kepada generasi muda.
Batik menjadi salah satu unsur yang terus mendapat ruang. Bukan hanya dalam bentuk tradisional, tetapi juga melalui inovasi desain yang membuatnya tetap relevan dengan perkembangan fashion masa kini.
“Batik menjadi bagian yang luar biasa. Ada yang original dan ada yang dikembangkan melalui modifikasi, tetapi tetap membawa identitas budaya hingga dikenal di Indonesia maupun mancanegara,” ujarnya.
Selain batik, kebaya juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Sweet Model. Busana tradisional tersebut terus dikembangkan agar mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan karakter budaya Madura.
Dalam rangkaian Sweet Model 32nd Anniversary, kelompok perempuan berkebaya dari PBBI turut tampil. Kehadiran mereka mempertegas bahwa busana tradisional masih memiliki ruang dalam industri fashion modern.
Sweet Model juga mendorong street model menjadi bagian dari agenda tahunan Kabupaten Sumenep. Gagasan itu diarahkan agar fashion dan budaya dapat terus hadir dalam rangkaian kegiatan daerah.
“Yang utama adalah bagaimana street model bisa masuk menjadi kalender tahunan dalam rangkaian Hari Jadi Sumenep. Ini menjadi ruang bagi seni, fashion, dan budaya untuk terus berkembang,” ungkap Azam Khan SH.
Dirinya menyebut dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan seni dan modeling. Ruang kreatif yang konsisten dibutuhkan agar generasi muda memiliki tempat untuk berkarya.
Sweet Model sendiri telah memiliki badan hukum sejak 2000. Legalitas tersebut menjadi salah satu pijakan dalam menjaga keberlanjutan organisasi yang telah tumbuh selama puluhan tahun di Madura.
Perjalanan itu membuat Sweet Model tak hanya berbicara tentang catwalk. Modeling berkembang menjadi medium yang mempertemukan kreativitas generasi muda dengan batik, kebaya, seni, dan budaya Madura.
“Kalau kita berbicara tentang budaya Madura, seni dan budaya itu sangat berkaitan. Karena itu harus dijaga dan terus diberi ruang agar berkembang bersama kreativitas generasi muda,” tutupnya
Secara terpisah, Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH menilai kegiatan kreatif seperti Sweet Model 32nd Anniversary dapat membuka ruang promosi potensi daerah. Event dinilai mampu mempertemukan hiburan dengan pariwisata.
“Event seperti ini menjadi bagian dari upaya kita menghidupkan Sumenep. Masyarakat yang datang tidak hanya menikmati acaranya, tetapi juga bisa mengenal wisata, budaya, kuliner dan berbagai potensi yang kita miliki,” ujar Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Perayaan 32 tahun Sweet Model akhirnya membawa pesan yang lebih luas dari sekadar gemerlap panggung. Fashion, budaya, dan kreativitas dipertemukan dalam satu ruang yang hidup di Sumenep.
Dari batik hingga kebaya, dari street model hingga sentuhan Bollywood, Sweet Model terus membawa identitas Madura ke panggung yang lebih luas. Perjalanan 32 tahun menjadi bagian dari upaya menjaga budaya tetap hidup.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















