“Perpustakaan adalah jantung pendidikan. Ketika siswa terbiasa datang, membaca, dan belajar di dalamnya, maka kami sedang membangun fondasi pendidikan yang kuat untuk masa depan mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Pustakawan SDN Lobuk 1, Jamilatul, S.Pd.SD, menjelaskan bahwa konsep Perpustakaan Ramah Anak dirancang agar siswa merasa nyaman, aman, dan antusias untuk datang membaca setiap hari.
“Kami ingin menghadirkan perpustakaan yang mampu menarik minat anak-anak. Buku bukan lagi sesuatu yang membosankan, tetapi menjadi teman belajar yang menyenangkan dan penuh petualangan,” ungkap Jamilatul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia berharap kehadiran perpustakaan yang ramah terhadap anak mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperluas wawasan peserta didik sejak memasuki jenjang sekolah dasar.
“Semakin dini anak dikenalkan dengan buku, semakin besar peluang mereka tumbuh menjadi generasi yang gemar belajar, berpikir kritis, dan memiliki daya saing di masa depan,” katanya.
Pendamping Perpustakaan, Misrawi, S.Pd., M.Pd., menilai program tersebut merupakan terobosan positif yang patut diapresiasi karena menempatkan literasi sebagai bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik.
“MPLS bukan hanya mengenalkan ruang kelas, tetapi juga mengenalkan ruang yang akan menjadi sumber pengetahuan mereka.
Inilah investasi pendidikan yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” tutur Misrawi.
Menurutnya, budaya membaca harus dibangun melalui pengalaman yang menyenangkan agar anak memiliki kedekatan emosional dengan buku sejak usia dini.
Penulis : Supriyadi Prayitno
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










