OkeDailyJatim – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep menyiapkan program edukasi kebencanaan bagi sekolah dan madrasah pada November 2026. Program ini menyasar guru dan siswa untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mengenali potensi bahaya, serta memahami langkah penyelamatan ketika bencana terjadi di lingkungan pendidikan.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Kamiluddin, S.Pd.I., M.A.P., mengatakan program tersebut dirancang melalui Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Madrasah Aman Bencana (Mabana). Kegiatan ini diharapkan memperkuat pengetahuan warga sekolah dalam mengenali risiko dan menghadapi keadaan darurat.
“Program ini direncanakan untuk meningkatkan pemahaman warga sekolah tentang ancaman bencana dan langkah keselamatan yang perlu dilakukan. Kami ingin guru dan siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mengenali risiko, meningkatkan kewaspadaan, serta memahami tindakan tepat saat keadaan darurat terjadi di lingkungan sekolah.” kata Kamiluddin, Selasa (27/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rencana pelaksanaannya, tim BPBD Sumenep akan mendatangi sekolah dan madrasah untuk memberikan edukasi mengenai mitigasi, pengenalan risiko, serta prosedur penyelamatan saat keadaan darurat. Materi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi warga sekolah untuk merespons potensi bencana secara tepat.
“Edukasi langsung di sekolah diharapkan membantu guru dan siswa memahami cara menghadapi potensi bencana secara tepat. Melalui kegiatan ini, kami ingin warga sekolah mengenali risiko di sekitarnya, memahami prosedur keselamatan, dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.” ujarnya.
Program SPAB dan Mabana juga diarahkan untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini. Melalui pengenalan potensi bahaya dan langkah keselamatan, siswa diharapkan mampu memahami risiko di sekitarnya serta mengetahui tindakan yang tepat untuk melindungi diri ketika situasi darurat terjadi.
Selain siswa, guru diharapkan berperan aktif meneruskan pengetahuan kebencanaan dalam kegiatan pendidikan sehari-hari. Keterlibatan tenaga pendidik dinilai penting agar pemahaman mengenai mitigasi dan keselamatan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan positif di lingkungan sekolah dan madrasah.
“Kami berharap program ini memperkuat kesiapsiagaan sekolah dan madrasah serta menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan bersama. Pengetahuan kebencanaan perlu diterapkan secara berkelanjutan agar guru dan siswa semakin waspada, mampu mengenali ancaman, serta memahami tindakan penyelamatan saat bencana terjadi.” ungkap Kamil sapaan akrabnya.
Melalui rencana pelaksanaan program pada November 2026, BPBD Sumenep berharap kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan semakin meningkat. Upaya ini diharapkan mendorong sekolah dan madrasah menjadi lingkungan belajar yang lebih aman, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya mitigasi dan keselamatan menghadapi bencana.















