Pemkab Sumenep Lepas Panen Tembakau Perdana, Prancak 95 Siap Tembus Pasar Pamekasan

- Editorial Team

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH diwakili Kepala DKPP Chainur Rasyid SE MSI didampingi Ketua Apti Ainul Yaqin Saat Melepas Perdana Pengiriman Panen Tembakau Ke Mitra Jarum Pamekasan, Kamis (20/08/2026)

Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH diwakili Kepala DKPP Chainur Rasyid SE MSI didampingi Ketua Apti Ainul Yaqin Saat Melepas Perdana Pengiriman Panen Tembakau Ke Mitra Jarum Pamekasan, Kamis (20/08/2026)

OkeDailyJatim – Harapan baru petani tembakau Kabupaten Sumenep mulai terbuka. Mewakili Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid, SE., M.Si., melepas pengiriman perdana hasil panen tembakau varietas lokal Prancak 95.

Dalam kegiatan tersebut, Chainur Rasyid didampingi Ketua APTI Kabupaten Sumenep Ainul Yaqin. Keduanya turut memastikan proses pengiriman hasil panen petani berjalan dengan baik untuk selanjutnya dipasarkan kepada mitra PT Djarum di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (20/08/2026).

Pengiriman perdana ini menjadi momentum penting untuk memperkuat akses pasar sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi komoditas tembakau lokal. Bagi petani, kepastian pasar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian tembakau.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, varietas Prancak 95 merupakan salah satu tembakau lokal yang telah dikenal dan menjadi kebanggaan petani Sumenep.

“Alhamdulillah, hari ini kita memberangkatkan penjualan perdana hasil panen tembakau varietas lokal Prancak 95. Varietas ini sudah dikenal dan menjadi kebanggaan para petani Sumenep,” kata Chainur dalam kegiatan pelepasan tersebut.

Pada pengiriman perdana tersebut, sedikitnya tiga unit pikap membawa sekitar 3,5 ton tembakau. Selain itu, terdapat dua unit pikap lainnya yang turut diberangkatkan untuk memenuhi kebutuhan mitra pembeli.

Hasil panen tembakau Prancak 95 tersebut kemudian dipasarkan kepada mitra PT Djarum di Kabupaten Pamekasan. Pemasaran ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan pasar sekaligus meningkatkan peluang hasil produksi petani terserap dengan baik.

Chainur mengapresiasi langkah APTI Kabupaten Sumenep bersama para petani yang terus berupaya membangun kemitraan dan membuka akses pasar bagi hasil panen tembakau lokal.

Baca Juga:  Patroli Malam Polresta Sumenep Hadir di Tengah Warga, Polisi Menyapa untuk Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

“Kami berharap inisiatif APTI bersama para petani ini semakin maju dan berkembang. Kualitas harus terus ditingkatkan agar sesuai kebutuhan pasar dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Menurut Chainur, keberhasilan pemasaran tembakau tidak hanya ditentukan oleh jumlah produksi. Kualitas hasil panen juga harus menjadi perhatian utama agar tembakau Sumenep mampu memenuhi standar dan kebutuhan mitra.

Karena itu, pemerintah mendorong petani untuk menjaga kualitas mulai dari proses budidaya, pemanenan, hingga penanganan pascapanen.

“Kami ingin para petani semakin kuat, mandiri, dan sejahtera. Kualitas produksi, kemitraan, dan pemasaran harus terus diperkuat agar tembakau Sumenep semakin memiliki daya saing,” tutup Chainur.

Baca Juga:  Dispusip Sumenep Gelar Lomba Bertutur, 12 Siswa Adu Cerita untuk Merawat Budaya

Sementara itu, Ketua APTI Kabupaten Sumenep Ainul Yaqin turut mendampingi proses pengiriman perdana tersebut sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat posisi petani tembakau.

Kerja sama antara pemerintah daerah, APTI, petani, dan mitra pembeli diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemasaran yang lebih baik. Dengan demikian, petani tidak hanya memiliki kepastian pasar, tetapi juga peluang memperoleh nilai jual yang lebih optimal.

Pengiriman perdana Prancak 95 ini juga diproyeksikan berlanjut dengan volume yang lebih besar. Hal tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan tembakau lokal Sumenep di tengah kebutuhan pasar yang terus bergerak.

Bagi petani, setiap pengiriman bukan sekadar aktivitas perdagangan. Di dalamnya terdapat harapan agar hasil kerja keras selama satu musim tanam mampu memberikan penghasilan yang layak bagi keluarga dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi
Wabup KH. Imam Hasyim Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Santri Entrepreneur 2026
Perpusling Dispusip Hadir di Pekan Literasi Krida Paparika SMAN 1 Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:57 WIB

FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi

Berita Terbaru