Pemkab Sumenep Gaungkan Batik Lokal Lewat Sunday Batik on the Street

- Editorial Team

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Lomba Fashion Sunday Batik on the Street 2026,

Suasana Lomba Fashion Sunday Batik on the Street 2026,

SUMENEP, OkeDailyJatim –Semangat melestarikan warisan budaya kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Pemerintah Kabupaten Sumenep menghadirkan Lomba Fashion Sunday Batik on the Street 2026, sebuah perhelatan yang tidak hanya memamerkan keindahan batik khas Madura, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara budaya, kreativitas, pariwisata, dan kebangkitan ekonomi masyarakat berbasis UMKM.

Digelar di pusat kota dan diikuti sekitar 70 peserta dari kategori anak-anak hingga dewasa, ajang tersebut menyulap jalanan menjadi panggung terbuka yang dipenuhi ragam motif batik khas Sumenep. Setiap langkah para peserta menjadi simbol kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus pesan kuat bahwa batik tetap relevan di tengah perkembangan zaman, Minggu (26/07/2026.

Mewakili Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setdakab Sumenep, Hizbul Wathan, SH , MH mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

“Sunday Batik on the Street bukan sekadar lomba fashion. Ini adalah gerakan budaya untuk menjaga identitas daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan batik Sumenep kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Hizbul Wathan, SH, MH.

Menurutnya, batik Sumenep menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Madura. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkannya.

“Batik adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Sumenep. Di setiap motif tersimpan cerita, nilai luhur, dan warisan yang harus terus dijaga agar dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, konsep Batik on the Street sengaja menghadirkan batik lebih dekat dengan masyarakat. Jalanan dijadikan ruang ekspresi bagi para perajin, desainer, pelaku UMKM, hingga generasi muda agar terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.

“Kami ingin generasi muda bangga mengenakan batik lokal. Ketika masyarakat membeli dan memakai batik karya pengrajin Sumenep, sesungguhnya mereka sedang ikut menggerakkan perekonomian daerah,” tambah Hizbul Wathan, SH, MH.

Sementara itu, Ketua Panitia Faizah Karamatun menjelaskan, kegiatan tersebut lahir dari komitmen untuk memperluas promosi batik khas Sumenep. Pada kategori dewasa, seluruh peserta dari Tim Penggerak PKK dan Puskesmas se-Kabupaten Sumenep diwajibkan mengenakan batik hasil produksi UMKM lokal.

Baca Juga:  Camat Ambunten Bacakan Amanat Ketua Kwarnas di HUT ke-65 Pramuka, Tekankan Karakter hingga Swasembada Pangan

Ia menyebut, saat ini terdapat sedikitnya 27 pengrajin batik yang telah terdata dan seluruh karya mereka mendapat ruang promosi melalui kegiatan tersebut.

“Kami ingin batik Sumenep semakin dicintai masyarakat. Ajang ini menjadi bukti bahwa karya para perajin lokal mampu tampil membanggakan dan memiliki daya saing yang tinggi,” ujar Faizah Karamatun.

Faizah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan acara, mulai dari panitia, perangkat daerah, hingga seluruh peserta yang ikut memeriahkan kegiatan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan tenaga, pikiran, waktu, dan dukungan. Semoga semangat bersama ini membuat batik Sumenep semakin berkembang dan menjadi kebanggaan Indonesia,” pungkasnya.

Melalui Sunday Batik on the Street 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada menjaga tradisi. Lebih dari itu, batik dihadirkan sebagai kekuatan ekonomi kreatif, daya tarik wisata budaya, sekaligus identitas daerah yang siap bersaing di tingkat nasional.

Baca Juga:  Bapenda Sumenep Genjot Pelunasan PBB 2026, Sosialisasi Masif untuk Perkuat Pendapatan Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Berita Terbaru