OkeDailyJatim – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menaruh harapan besar terhadap Majelis Alumni (MA) IPNU dalam menjaga kesinambungan kaderisasi dan pengabdian NU di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat.
Pesan itu disampaikan Ketua PCNU Sumenep, KH Md Widadi Rahim, saat pengukuhan Presidium Cabang MA IPNU Sumenep Masa Khidmat 2025-2030 di Aula Al-Ikhlas Kemenag Sumenep, Ahad (27/9/2026).
Pengukuhan tersebut mengusung tema “Meneguhkan Kepemimpinan Inovatif: Peran Strategis MA IPNU Mengisi Abad Ke-2 Nahdlatul Ulama.” Momentum itu menjadi ruang konsolidasi alumni sekaligus penguatan peran strategis MA IPNU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
KH Widadi mengatakan keberadaan MA IPNU tidak boleh berhenti sebagai wadah berkumpulnya para alumni. Organisasi tersebut harus mampu menjadi ruang yang melahirkan gagasan, kader, serta pengabdian nyata untuk NU dan masyarakat Sumenep.
“Pertama harus menyiapkan kader-kadernya yang baik sehingga ketika dibutuhkan oleh kita, oleh NU, oleh masyarakat Sumenep, mereka bersedia semaksimal mungkin dalam bekerja dan memberikan pengabdian,” kata KH Widadi.
Menurutnya, pengalaman panjang para alumni ketika aktif di IPNU merupakan modal penting untuk meneruskan perjuangan. Nilai keagamaan dan semangat pengabdian yang telah dibentuk sejak menjadi kader harus terus hidup setelah memasuki fase alumni.
“Segala pengalaman yang telah dicapai di masa lalu bukan menjadi pengalaman belaka. Akan tetapi, ketika sudah menjadi alumni, pengalaman itu harus diaplikasikan pada saatnya untuk memberikan manfaat,” ujarnya.
KH Widadi menyebut, MA IPNU memiliki ruang yang luas untuk memperkuat hubungan antarkader sekaligus menghadirkan kontribusi bagi organisasi. Karena itu, alumni diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial atau pertemuan rutin semata.
“Keberadaan alumni kami harapkan tidak hanya simbolis, bukan hanya tempat ngobrol bersama, bukan hanya tempat ngopi bersama, tetapi ada rempek careta agar keberadaan NU ke depan semakin maju dan sukses,” tegas KH. Widadi Rahim.
Memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama, perubahan lingkungan organisasi menjadi tantangan yang tidak dapat dihindari. Perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut seluruh elemen organisasi beradaptasi agar khidmah tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Sekarang NU sudah memasuki fase kedua, memasuki era abad kedua. Tentunya kita harus bertransformasi dalam segalanya, apalagi sekarang dihadapkan dengan dunia digitalisasi,” jelas KH Widadi.
Dalam konteks tersebut, MA IPNU diharapkan mengambil bagian lebih besar dengan memanfaatkan pengalaman para alumni. Keberadaan mereka dinilai penting untuk ikut menjawab kebutuhan NU di tengah perubahan sosial dan teknologi yang semakin cepat.
“Maka saatnya MA IPNU ini menampakkan keberadaannya. Kami tunggu hal itu, agar para alumni benar-benar menunjukkan peran strategisnya dalam perjalanan NU memasuki abad kedua,” imbuhnya.
KH Widadi kemudian mengingatkan seluruh alumni agar tidak kehilangan semangat khidmah. Menurutnya, pengabdian kepada NU dan masyarakat harus dilakukan dengan ketulusan, kesungguhan, serta tidak dibatasi oleh kepentingan sesaat.
“Teruslah mengabdi tanpa batas. Karena ketika berkhidmah, maka akan datang sesuatu hal yang baik yang tanpa kita duga datangnya,” ungkap Ketua PCNU KH. Widadi Rahim.
Ia juga mengutip pepatah Arab مَنْ كَثُرَتْ خِدْمَتُهُ، عَظُمَتْ كَرَامَتُهُ, yang dimaknai bahwa semakin banyak seseorang berkhidmah, semakin besar pula kemuliaan yang diperolehnya.
“Ketika bersungguh-sungguh berkhidmah di dalam Nahdlatul Ulama, maka kekeramatan-kekeramatan akan diberikan kepada orang tersebut. Khidmah harus menjadi jalan pengabdian yang terus dijaga,” tandasnya.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















