OkeDailyJatim – Padatnya rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Tambakberas, Jombang, tak membuat Pasukan Inti (PASTI) Pagar Nusa Sumenep mengendurkan langkah.
Sejak Muktamar NU ke-35 dimulai, personel PASTI Pagar Nusa Sumenep terus bergerak menjalankan tugas pengamanan dan pengawalan. Para kiai, ulama, serta pimpinan NU menjadi bagian penting yang mereka pastikan mendapat pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Bagi PASTI Pagar Nusa Sumenep, kehadiran di Muktamar bukan sekadar menjalankan tugas. Ada tanggung jawab khidmah yang melekat sebagai bagian dari keluarga besar NU.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, kesibukan di arena Muktamar tidak menghalangi mereka untuk tetap memberikan pendampingan kepada Ketua dan Sekretaris PCNU Sumenep.
Sekretaris PC Pagar Nusa Sumenep, K.L. Qodri, SE, yang juga menjadi bagian dari Pasukan Inti Pagar Nusa, turun langsung ke lapangan. Ia memastikan tugas pengamanan dan pengawalan berjalan sesuai arahan serta kebutuhan di arena Muktamar.
“Kami datang bukan hanya untuk menjalankan tugas pengamanan. Lebih dari itu, ini bagian dari khidmah kami kepada para kiai dan NU,” kata K.L. Qodri, SE kepada media ini, Sabtu (29/08/2026).
Menurutnya, kesibukan Muktamar tidak boleh membuat tugas pengabdian kepada para ulama terabaikan. PASTI harus mampu membagi peran dan tetap menjaga koordinasi di tengah padatnya agenda.
“Selama masih dibutuhkan, kami akan tetap siap berada di lapangan. Mengawal kiai dan membantu kelancaran Muktamar merupakan bentuk pengabdian yang harus kami jalankan,” tegasnya.
Pengamanan Muktamar NU ke-35 dilakukan secara terkoordinasi. Personel PASTI menjalankan tugas berdasarkan ploting dan jadwal yang telah ditentukan oleh Kopasnas atau Komandan Pasukan Nasional PASTI.
Pembagian tugas tersebut membuat pergerakan personel lebih terarah. Setiap anggota menjalankan tanggung jawab sesuai area dan kebutuhan pengamanan.
Tidak hanya personel lapangan, jajaran pengurus Pagar Nusa Sumenep juga ikut mengambil bagian dalam pengabdian tersebut.
K.L. Qodri, SE, sebagai Sekretaris PC Pagar Nusa Sumenep sekaligus bagian dari Pasukan Inti, memilih turun langsung bersama personel dalam menjalankan pengamanan dan pengawalan para kiai.
“Kehadiran pengurus di lapangan menjadi gambaran bahwa tugas pengabdian tidak hanya diberikan melalui instruksi. Pengurus pun ikut berdiri bersama pasukan ketika kondisi membutuhkan kehadiran langsung,” pungkas Tamsil sapaannya.
Memasuki Sabtu (29/8/2026), rangkaian Muktamar NU ke-35 memasuki agenda sidang pleno. Forum tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan berbagai persoalan organisasi NU.
Situasi arena Muktamar yang dipenuhi peserta membuat pengamanan harus dilakukan secara cermat. PASTI pun mengerahkan sekitar 40 personel dari berbagai daerah di Indonesia untuk mendukung pengamanan kegiatan.
Personel ditempatkan sesuai pembagian tugas. Tujuannya memastikan seluruh agenda Muktamar dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Di tengah pengamanan tersebut, PASTI Pagar Nusa Sumenep tetap menjalankan tugasnya secara konsisten.
Personel yang telah bertugas sejak pembukaan Muktamar terus melakukan pengawalan hingga agenda berjalan. Koordinasi dengan pimpinan PCNU Sumenep dan para kiai juga tetap menjadi bagian dari aktivitas mereka.
Apa yang dilakukan PASTI Pagar Nusa Sumenep menunjukkan bahwa pengamanan bagi mereka memiliki makna lebih luas.
Tugas tersebut merupakan bentuk khidmah kepada ulama dan NU. Kehadiran personel di lapangan menjadi cara untuk memastikan para kiai dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman.
Semangat itu pula yang terus menjadi pegangan Pasukan Inti Pagar Nusa selama menjalankan tugas di Muktamar NU ke-35.
Bagi Pagar Nusa Sumenep, pengabdian kepada NU tidak mengenal batas waktu. Ketika tugas membutuhkan kehadiran, mereka bersiap bergerak.
Di tengah padatnya Muktamar NU ke-35, PASTI Pagar Nusa Sumenep memilih tetap berada di garis pengamanan. Mereka hadir untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan para kiai dan pimpinan NU dapat menjalankan tugas dengan tenang.
PASTI Pagar Nusa Sumenep terus mengukuhkan komitmennya: siap mengawal, siap menjaga, dan siap mengabdi untuk kiai serta NU.















