OkeDailyJatim – Dua santri asal Kabupaten Sumenep sukses menorehkan prestasi pada PORSADIN VII tingkat Jawa Timur di Kabupaten Lumajang. Keduanya meraih Juara Harapan 2.
Prestasi itu diraih Ahmad Thoriq Mutawakkil, santri MDT Ula Bustanul Ulum, Lenteng, dan Moh. Ibnu Aqil dari MDT Wustha Mambaul Ulum, Ganding, Sumenep.
Ahmad Thoriq berhasil meraih Juara Harapan 2 Lomba Puisi Islami. Sementara Ibnu Aqil menyabet Juara Harapan 2 Musabaqoh Qiroatil Kutub dalam ajang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PORSADIN VII berlangsung pada 25–27 September 2026 di Lumajang. Ajang ini mempertemukan santri MDT dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
Capaian dua santri Sumenep itu menjadi kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan diniyah. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan potensi santri di bidang seni dan keagamaan.
Plt. Kasi PD Pontren Kemenag Sumenep, Sahnawi, mengapresiasi perjuangan kedua santri. Ia juga memberikan penghargaan kepada guru pembimbing yang mendampingi mereka selama persiapan.
“Kami bangga atas capaian Ahmad Thoriq dan Ibnu Aqil. Mereka telah membawa nama baik madrasah dan Kabupaten Sumenep di tingkat Jawa Timur.” ujarnya, Senin (28/09/2026).
Menurut Sahnawi, pencapaian tersebut tidak hanya lahir dari kemampuan santri. Proses belajar, latihan, serta pendampingan guru menjadi bagian penting dalam menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.” tambah Plt. Kasi PD Pontren Kemenag Sumenep, Sahnawi,
Apresiasi juga disampaikan Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid. Ia menyebut capaian kedua santri tersebut sebagai hasil yang patut disyukuri dan diapresiasi bersama oleh lingkungan madrasah.
“Prestasi ini patut disyukuri dan diapresiasi. Semoga menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus berprestasi dan membawa nama baik madrasah serta Kabupaten Sumenep.” kata Abdul Wasid.
Dirinya berharap pengalaman mengikuti PORSADIN VII dapat menjadi bekal bagi Ahmad Thoriq dan Ibnu Aqil. Keduanya diharapkan terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kami berharap prestasi ini menjadi pemacu semangat para santri untuk terus belajar, berlatih, dan mempersiapkan diri menghadapi PORSADIN berikutnya.” pesannya.
PORSADIN VII tidak hanya menjadi panggung kompetisi bagi santri. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan persaudaraan antarsantri dari berbagai daerah Jawa Timur.
Bagi Kabupaten Sumenep, capaian Ahmad Thoriq dan Ibnu Aqil menjadi bagian dari catatan positif pembinaan Madrasah Diniyah Takmiliyah. Prestasi itu menunjukkan ruang tumbuh santri semakin terbuka luas.
Kini, penghargaan tersebut menjadi motivasi baru bagi keduanya untuk terus berkembang. Semangat itu diharapkan menular kepada santri lain agar berani tampil dan mengukir prestasi di tingkat lebih tinggi.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















