OkeDailyJatim – Maraknya kendaraan berplat nomor luar Kabupaten Sumenep yang beroperasi di wilayah kepulauan menjadi sorotan Forum Konsultasi Publik KB Samsat Sumenep.
Forum Konsultasi Publik KB Samsat Sumenep digelar di Aula Kantor Samsat Sumenep. Rektor UPI Sumenep Dr. Asmoni, M.Pd hadir sebagai narasumber dari kalangan praktisi pendidikan.
Dr. Asmoni menyoroti banyaknya kendaraan berplat nomor luar Sumenep yang beroperasi di Pulau Raas dan sejumlah kecamatan lain. Fenomena ini dinilai perlu mendapat perhatian bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kendaraan berplat luar daerah yang beroperasi di Sumenep perlu didata secara baik agar persoalan administrasi dan kepatuhan pajaknya jelas.” kata Dr. Asmuni.
Menurut Asmoni, persoalan kendaraan berplat luar daerah tidak hanya berkaitan dengan administrasi. Edukasi masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran dalam memenuhi kewajiban.
“Kesadaran membayar pajak harus dibangun melalui edukasi yang sederhana, terbuka, dan mudah dipahami masyarakat, termasuk warga di wilayah kepulauan.” tegasnya.
Ia mengatakan karakter wilayah kepulauan Sumenep memiliki tantangan tersendiri. Jarak antarpulau dan akses pelayanan harus menjadi pertimbangan dalam membangun sistem pelayanan publik.
“Pelayanan di wilayah kepulauan harus menyesuaikan kondisi masyarakat. Kemudahan akses menjadi kunci agar pelayanan publik benar-benar dirasakan.” ujar Dr. Asmuni.
Dirinya juga mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk menyikapi fenomena kendaraan berplat luar daerah. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan data yang akurat dan langkah terukur.
“Kita perlu kolaborasi antara pemerintah, Samsat, masyarakat, dan dunia pendidikan agar persoalan kendaraan luar daerah dapat dicari solusi yang tepat.” harapnya.
Sebagai praktisi pendidikan, Asmoni menilai peningkatan kepatuhan masyarakat harus berjalan beriringan dengan penguatan literasi publik. Edukasi dinilai mampu mendorong perubahan perilaku.
“Pendidikan memiliki peran penting membangun kesadaran publik. Masyarakat yang memahami aturan akan lebih mudah diajak tertib administrasi dan pajak.” pungkas Dr. Asmuni.
Sorotan Rektor UPI Sumenep tersebut menjadi salah satu masukan dalam Forum Konsultasi Publik KB Samsat Sumenep. Forum ini menjadi ruang menyerap aspirasi dan evaluasi pelayanan publik.
Pembahasan kendaraan berplat luar daerah di kepulauan Sumenep juga menunjukkan pentingnya pelayanan yang adaptif. Pemerataan informasi dan akses menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.
Dengan forum konsultasi publik, Samsat diharapkan dapat menyerap berbagai masukan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk menghadirkan pelayanan yang semakin cepat dan responsif.
Penulis : Zahid Badri
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim















